Penggerebekan Diawali Pengiriman Paket Mencurigakan dari Bandung ke Berbagai Wilayah

TKP

Minggu, 23 Februari 2020 | 21:06 WIB

200223211056-pengg.jpg

Remy Suryadie

TERUNGKAPNYA sebuah rumah yang dijadikannya tempat pembuatan narkotika di Jalan Cingised Kompleks Pemda, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung pada Minggu (23/2/2020) petang, oleh tim gabungan dari BNN, BNNP Jabar, Polda Jabar dan Polretabes Bandung, berawal diamankan digagalkannya pengiriman paket sebanyak 10 boks yang diduga narkotik.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari kepada wartawan, dilokasi kejadian, mengatakan, pengungkapan bermula ketika diterima informasi pengiriman barang terlarang dari Bandung ke berbagai wilayah Indonesia. Kemudian, petugas segera mendatangi lokasi dan mencurigai empat unit rumah yang saling terhubung.

"Ada empat rumah yang kita curigai dan rumahnya itu terhubung. Itu memang didesain untuk mengaburkan jika ada petugas dan memudahkan mereka berpindah ketika ada kejadian yang darurat," kata dia ketika ditemui di lokasi.

Dari penggeledahan yang dilakukan, Arman menambahkan, petugas menemukan dua unit mesin yang diduga digunakan mencetak pil, oven, alat pengering, serta alat pengaduk. Selain itu, petugas menemukan bahan baku dalam proses pembuatan pil.

"Ketika kita lakukan pemeriksaan ada mesin pencetak pil kurang lebih dua yang cukup besar kemudian peralatan lainnya baik itu oven kemudian alat pengering dan pengaduk dan kita temukan juga bahan baku baik itu padat berupa tepung atau powder dan berupa cairan," ucap dia.

Arman pun mengungkapkan, petugas menemukan barang diduga pil yang telah dikemas ke dalam 25 kotak. Diduga, terdapat lebih dari 2 juta pil di dalam kotak tersebut. Namun, petugas belum dapat merincinya dan akan melakukan penghitungan agar data yang diperoleh lebih akurat.

"Nah, bahan yang siap cetak ini cukup banyak namun yang kita lihat sebagai hasil sudah siap edar dan sudah dikemas dalam kotak yang terbungkus rapi ada 25 kotak yang berisi kurang lebih 2 juta pil," ungkap dia.

Adapun dari penggerebekan itu, petugas turut mengamankan enam terduga pelaku. Arman mengatakan, petugas akan mensterilkan dulu lokasi penggerebekan sementara waktu sambil menunggu tim dari laboratorium BNN agar data yang diperoleh akurat.

"Yang diamankan ada enam orang," terang dia.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Arman menuturkan, pelaku mengaku sudah lima bulan beroperasi. Akan tetapi, apabila dilihat alat yang digunakan untuk memproduksi telah lama.

Disinggung mengenai sindikat, pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dahulu. "Sudah lima bulan tapi kalau dilihat peralatannya itu bukan peralatan baru," tutur dia.

"Apakah ini diatur oleh sindikat tentu nanti akan kita identifikasi," tandas dia.

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR