Kejari Bandung Telusuri Dugaan Korupsi di Instansi yang Membidangi Transportasi

Bandung Raya

Minggu, 23 Februari 2020 | 16:30 WIB

200223163019-kejar.jpg

dok

ilustrasi

PENYIDIK Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi dengan modus penyalahgunaan jabatan secara melawan hukum. Kasus tersebut terjadi di salah satu instansi yang membidangi transportasi dan perhubungan di Kota Bandung.

Kepala Kejari Bandung, Nurizal Nurdin mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait dugaan korupsi yang diatur di Pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor itu.

"Kami menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi di instansi yang membidangi transportasi dan perhubungan di Kota Bandung. Modusnya menyalahgunakan jabatan dan wewenang, statusnya saat ini masih penyelidikan," ungkap Nurizal, Minggu (23/2/2020).

Tahap penyelidikan, kata Nurizal, artinya pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memintai keterangan dari saksi serta bukti lainnya. Setelah dirasa cukup dua alat bukti, pihaknya akan menggelar perkara untuk meningkatkan status penyelidikan itu ke penyidikan. "Sekaligus menetapkan tersangka," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bandung, Iwan Arto Kusumo menambahkan, perbuatan melawan hukum yang dilakukan terlapor salah satunya dengan tidak menyetorkan pendapatan yang diterima dari usaha instansi ke negara.

"Instansi ini mendapat pemasukan dari inti usahanya. Tapi tidak semua dari keuntungan yang didapat disetorkan ke kas negara," ujarnya.

Perbuatan tersebut terjadi secara berlanjut sejak 2016 hingga 2018. Perbuatan berlanjut itu diduga dilakukan dengan menyalahgunakan jabatan serta kewenangan yang melekat pada terlapor sebagaimana diatur undang-undang.

"Dari perbuatan berlanjut, menyalahgunakan jabatan secara melawan hukum itu, mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 1 miliar lebih berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR