Jalur Kereta Api yang "Mati Suri" Bakal Direvitalisasi dan Diaktifkan Kembali

Bandung Raya

Minggu, 23 Februari 2020 | 16:31 WIB

200223162120-jalur.jpeg

DINAS Perhubungan (Dishub ) Jawa Barat akan merevitalisasi dan mengaktifkan kembali jalur-jalur rel kereta api yang sudah lama "mati suri". Pengembangkan sistem transportasi massal berbasis rel itu diharapkan bisa meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan mobilitas antar-wilayah serta penataan daerah.

Kepala Dishub Jabar, Hery Antasari mengatakan, upaya ini dilakukan untuk memperbaiki prasarana transportasi kereta api. Sejumlah jalur rel kereta api yang akan diaktifkan kembali maupun direhabilitasi. Mulai dari jalur Cibatu-Garut-Cikajang, Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, sampai Cianjur-Sukabumi-Padalarang.

"Cibatu-Garut dalam tahap perizinan untuk uji kelayakan. Apakah memang sudah layak untuk dioperasikan atau masih ada perbaikan-perbaikan. Progres jalur lain bervariasi. Tapi, kami pastikan semua jalur sudah dipetakan dan dipatok," ungkapnya di Kota Bogor, Minggu (23/2/2020).

Selain itu, jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur akan dikembangkan menjadi double track railway. Sedangkan, Cianjur-Padalarang yang nantinya terhubung ke Bandung sedang dalam proses, karena ada tanjakan curam di jalur lama, sehingga pihaknya akan membuat jalur baru melingkar.

Dikatakan Hery, pihaknya akan membangun konektivitas berbasis rel ke pusat kota, melalui pembangunan kereta lokal yang menyambungkan Stasiun Tegalluar ke Stasiun Cimekar. Hal tersebut sebagai upaya membangun konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung.

"Kemudian, kita juga melakukan angkutan berbasis rel, bisa monorail, LRT, maupun cable car. Itu tergantung feasibility study-nya ke arah teknologi yang mana. Kita juga akan membantu dan memfasilitasi pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung oleh pemerintah pusat," tuturnya.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, perencanaan pengembangan sistem transportasi massal berbasis rel terus dimatangkan Dishub Jabar. Karena kereta api, dengan berbagai keunggulan seperti tepat waktu dan minim kecelakaan, akan menjadi transportasi masa depan.

"Kereta api bisa untuk transportasi barang, orang. Kemudian, kereta api punya keunggulan dengan waktu tempuh pasti. Apalagi Jabar punya keindahan alam yang bagus di sepanjang jalur kereta api. Kita bisa menikmati alam, waktu tempuh pasti dan kecelakaan minimal," jelasnya.

Ia menerangkan agar pengembangan sistem transportasi berbasis rel berujung pada laju ekonomi yang lebih cepat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dishub Jabar terus melakukan studi kelayakan, sehingga mengetahui apa yang menjadi prioritas dalam pengembangannya.

Mengingat konektivitas, para prinsipnya merupakan laju perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kita akan menyambungkan moda-moda transportasi secara terintegrasi. Untuk kereta api, Stasiun Patimban akan kita sambungkan kereta api juga. Bandara Kertajati akan disambungkan kereta api," ucapnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengapresiasi reaktivasi rel kereta api menuju Garut. Ia pun optimistis perekonomian Garut akan meningkat.

"Kereta api sekarang sudah tembus lagi sampai pusat kota Garut. Ekonomi Jakarta-Bandung-Garut akan meningkat. Kereta inspeksi kemarin disambut meriah dan antusias oleh warga," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR