Sungai Citanduy Meluap, Dua Kecamatan di Tasikmalaya Terendam

Daerah

Minggu, 23 Februari 2020 | 11:18 WIB

200223111840-sunga.jpg

Septian Danardi

BANJIR merendam wilayah Kecamatan Sukaresik dan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Banjir tersebut dikarenakan luapan Sungai Citanduy, Minggu (23/2/2020) dinihari.

Volume air yang terus meningkat hingga meluap tersebut akibatknya ratusan rumah warga terendam air sungai. Ketinggian air yang menggenangi sejumlah wilayah itu mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.

Danramil 1206/Pageurageung, Kapten Inf Heri Safari mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk membantu BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengevakuasi warga yang terjebak luapan banjir. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan patroli demi menjaga keamanan lingkungan serta antisipasi air terus meninggi.

"Sungai Citanduy meluap lalu menggenangi dua Kecamatan yakni, Pageurageung dan Kecamatan Sukaresik. Air masuk ke kawasan penduduk dua wilayah Kecamatan tersebut," katanya, Minggu (23/2/2020).

Menurut laporan Babinsa Desa Tanjungkerta, lanjut Heri, kejadian meluapnya air Sungai Citanduy tersebut sekitar pukul 00.30 WIB. Dikatakannya, Banjir melanda kawasan RT 01 RW 02 Kampung Godebag (Suryalaya), Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Bencana banjir itu dikarenakan intensitas curah hujan yang deras dan juga berlangsung lama. Sehingga debet air sungai Citanduy meluap memasuki kawasan penduduk setempat setinggi 1 meter.

"Kurang lebih 40 rumah terendam saat kejadian. Namun setelah hujan reda sekitar pukul 02.00 wib air sudah mulai surut kembali," katanya.

Kemudian, kata Heri, setelah itu terjadi lagi banjir susulan sekitar pukul 04.00 WIB di Kecamatan yang berbeda yaitu di Krcamatan Sukaresik. Air sungai menggenangi pemukiman penduduk di Kampung Hegarsari, Mekarsari dan Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

"Banjir tersebut dengan ketinggian berpariasi mulai 50 sentimeter hingga 1 meter," katanya.

Bencana banjir akibat hujan terjadi lama dengan intensitas sedang dan besar di seputaran Kecamatan Ciawi, Kadipaten, Pagerageung, Sukaresik dan Kecamatana Panumbangan wilayah utara.

"Hujan deras terjadi sejak Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 15.00 hingga Minggu (23/2/2020) dinihari yang merupakan sumber datangnya air dan terjadi luapan terutama wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik," katanya.

Menurutnya, air hujan masuk ke sungai yaitu, Sungai Citanduy dari arah utara Kecamatan Pagerageung dan Kecamatan Panumbangan. Serta Sungai Cikidang, Cipamali dan Cihanjuang dari arah barat dan arah selatan Kecamatan Kadipaten, Ciawi dan Kecamatan Sukaresik.

Dimana sungai-sungai tersebut beradu di kampung Ciupih sehingga air dari sejumlah sungai tersebut perjalannya menjadi tersendat dan melambat lalu airnya meluap dan menggenangi pemukiman penduduk di sejumlah wilayah di Desa Tanjungsari.

Pihaknya, kata Heri, saat ini tengah membantu BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk membuat Posko bagi warga atau pengungsi. Selain itu, mengarahkan jalur evakuasi ke lokasi tempat aman untuk masyarakat.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan, banjir luapan sungai Citanduy dan Cikidang ini kerap terjadi setiap musim penghujan. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Tasikmalaya, menggenai kejadian bencana alam Banjir di Sukaresik dan Pagerageung ini.

Selain menggenani pemukiman penduduk, lanjut Heri, banjir juga menggenangi puluhan hektar sawah milik warga. Akibatnya tanaman padi yang baru berusia sekitar 4 minggu rusak. "Saat ini petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama TNI dan Kepolisian melakukan upaya evakuasi warga dan membantu membersihkan pemukiman warga," katanya.

Meski air hujan sudah mulai surut yang tadinya mencapai ketinggian hingga 1 meter, kata Nuraedidin, Tim gabungan terus melakukan upaya agar air cepat surut serta antisipasi agar tidak terjadi luapan air dan kembali menggenangi pemukiman warga.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu, namun sekitar 100 rumah penduduk terendam banjir dengan ketinggian air setinggi 50 sentimeter sampai dengan 1 meter di 3 kedusunan yaitu Kampung Mekarsari, Kampung Hegarsari dan Kampung Bojongsoban. Sedangkan area pesawahan warga yang tergenang kurang lebih 52 hektar. Sawah yang tergenang itu berusia 4 minggu.

"Kami juga mendampingi Muspika setempat dalam himbauan terhadap warga yang terdampak banjir agar waspada dan segera meninggalkan rumah menuju lokasi Posko pengungsian," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR