Satgas Antimafia Bola Masih Buru DPO Kasus Match Fixing

Liga Indonesia

Jumat, 21 Februari 2020 | 19:42 WIB

200221194250-satga.jpg

Remy Suryadie

KEPALA Satgas (Kasatgas) Antimafia Bola yang juga menjabat sebagai Karo Provos Polri, Brigjen Pol. Hendro Pandowo, memberi tenggat waktu hingga akhir bulan Februari agar anggotanya menangkap dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan match fixing (pengaturan skor).

"Satgas Jilid Tiga ini juga akan menyelesaikan perkara yang belum tuntas di Jilid Satu dan Dua. Saya sudah sampaikan, saya berikan deadline kepada Satgasgakum untuk (menyelesaikan kasus) habis Bulan Februari ini dua DPO itu sudah harus ditangkap," tegas Brigjen Pol Hendro Pandowo kepada wartawan usai menghadiri Rakor pengamanan GBLA bersama Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung di Hotel Elroyale di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (21/2/2020).

Diketahui, Satgas Antimafia Bola menangkap tiga orang tersangka dalam kasus pengaturan skor pada pertandingan Persikasi Bekasi vs Perses Sumedang. Dalam kasus itu ada dua orang DPO, yakni Excecutive Comitee (Exco) PSSI Jawa Barat Hikmat Nuristawan dan Taha sebagai perantara.

Hendro mengatakan dalam penanganan kasus, pihaknya melakukan pendekatan preventif. Tetapi, ketika ditemukan praktik match fixing Satgas melakukan penegakan hukum.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan pada awal Februari ini Satgas Jilid Tiga sudah bertugas melakukan pengawasan jalannya Liga 1, 2 dan 3. Untuk memaksimalkan peran pengawasan, ia sudah membentuk Satgaswil di 12 Polda tempat berlangsungnya Liga 1.

"Satgaswil maupun pusat tugas utamanya bukan melakukan tindakan penegakan hukum, tapi pencegahan, sehingga tugas daripada Satgasus dan wilayah harus betul-betul melakukan monitoring pengawasan kemudian menyosialisasikan kepada pihak yang terlibat agar menjaga sepakbola Indonesia yang bersih," kata Hendro.

Masih dikatakannya, pihaknya sudah komitmen sudah ada rakor dengan PSSI dan Polri. "Semua berkomitmen untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang bersih antisuap dan tidak ada pengaturan skor," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR