Tukang Jahit Tantang Dominasi PDIP di Pilwalkot Solo Lewat Jalur Perorangan

Nasional

Jumat, 21 Februari 2020 | 19:23 WIB

200221192454-tukan.jpg

Tok Suwarto

Balon Wali Kota Solo lewat jalur perorangan yang berprofesi sebagai tukang jahit, Bagyo Wahyono, yang berpasangan dengan Supardjo, ketika menyerahkan berkas syarat dukungan ke KPU Kota Solo.

SEORANG tukang jahit asal Kampung Penumping, Kota Solo, Bagyo Wahyono, dengan keberanian luar biasa maju sebagai bakal calon (Balon) Wali Kota Solo dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, melalui jalur perorangan. Penjahit yang beralamat di Kampung Penumping RT 001 RW 006, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan tersebut, menggandeng FX Supardjo, Ketua RW 007 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, sebagai pasangan Balon Wakil Wali Kota Solo. 

Langkah berani pasangan Bagyo-Supardjo atau "Badjo" untuk menantang dominasi PDIP dalam kontestasi Pilkada di Kota Solo tersebut, dibuktikan dengan penyerahan syarat dukungan pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) 2020 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jumat (21/2/2020). Pasangan Balon perorangan yang diusung organisasi sosial "Tikus Pithi Hanoto Baris" tersebut, berhasil mengumpulkan sebanyak 41.425 dukungan dari warga Kota Solo untuk maju pada Pilkada 2020.

"Insya Allah jumlah tersebut  melebihi syarat minimal dukungan yang ditentukan KPU Kota Solo. Saya optimistis dukungan itu memenuhi syarat," tutur Bagyo Wahyono, seusai menyerahkan berkas syarat dukungan yang diterima Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti bersama jajarannya.

Ketika menyerahkan berkas syarat dukungan di kantor KPU, pasangan Badjo sebagai Balon dari jalur perorangan juga dihantarkan relawan dan pendukungnya. Bahkan, para relawan tim sukses dan pendukung Badjo juga menggunakan janur kuning simbol perubahan yang dikenakan di lengan dan di pundak. 

Pasangan Badjo bersama perwakilan tim sukses diterima pimpinan KPU Kota Solo di aula untuk menyerahkan secara resmi syarat dukungan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Surakarta tahun 2020. Bagyo Wahyono menyatakan, dia menyerahkan syarat dukungan warga Kota Solo  ke KPU sebagai bukti masyarakat menginginkan perubahan. 

Tukang jahit itu mengungkapkan, dia bersama para relawan dan tim sukses pendukungnya mengumpulkan sebanyak 41.425 syarat dukungan selama sembilan bulan. Mereka menempuh cara mendatangi acara-acara dan kegiatan di masyarakat, maupun mendatangi warga dari pintu ke pintu. 

Menyinggung visi misinya sebagai Balon Wali Kota Solo, Bagyo menyatakan,  visi dan misinya sebagai Balon dari jalur independen sepenuhnya diberikan kepada masyarakat. Dia menegaskan, visi misinya adalah memenuhi keinginan masyarakat agar kepala daerah berasal dari rakyat kecil.

"Kami menjadi pion dalam mencalonkan diri. Kami tidak punya apa-apa tapi akan maju terus. Sebagai wong cilik, kami tidak takut menjadi wali kota. Keinginan kita adalah perubahan. Visi misi kita sama seperti yang mereka inginkan," ujar Bagyo Wahyono lagi. 

Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti, ketika menerima berkas, menyatakan, syarat dukungan dari pasangan Balon Bagyo Wahyono -  Supardjo, merupakan dokumen asli hasil cetak formulir Model B2-KWK perorangan, lengkap dengan  materai dan tanda tangan pasangan Balon. Saat itu, katanya, KPU sedang memroses penerimaan dokumen asli dari cetak formulir Model B11-KWK dan salinannya untuk Kecamatan Banjarsari dan Serengan. Sedangkan berkas yang sama dari Kecamatan Jebres, Laweyan dan Pasar Kliwon masih menunggu. 

"Sambil menunggu rekapitulasi salinan dari ketiga kecamatan itu, KPU melakukan penghitungan dan menyesuaikan susunan rekap formulir dokumen Model B11-KWK dari Banjarsari dan Serengan. Kalau syarat dukungan belum memenuhi jumlah dan sebarannya, maka kami kembalikan untuk perbaikan dan kami tunggu sampai tanggal 23 Februari pukul 24.00 WIB," jelasnya.

Setelah penyerahan berkas syarat dukungan dari pasangan Balon Badjo, pada siang harinya pasangan Balon lain lewat jalur perorangan, yakni Muhammad Ali – Achmad Abu Jazid (Alam) mendatangai kantor KPU Kota Solo. Pasangan Alam yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ta’mirul Islam, Kota Solo, datang bersama puluhan pendukungnya selepas salat Jumat. 

Pasangan Alam menyampaikan keinginannya untuk mendaftar sebagai calon wali kota dan wakil wali kota lewat jalur perorangan dan mereka mengklaim telah mendapat 44.000 dukungan dari masyarakat. Dukungan tersebut, menurut mereka diperoleh dari beberapa elemen umat Islam dan mendapat dukungan dari barisan sakit hati pendukung Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR