Sari Ater Bareng PMI Sosialisasikan Virus Corona

Daerah

Jumat, 21 Februari 2020 | 18:52 WIB

200221185425-sari-.jpg

Dally Kardilan

Ketua PMI Subang, DR.H. Komir Bastaman saat memberikan arahan pada sosialisasi antisipasi infeksi Covid-19 di Dayang Sumbi Restaurant, Ciater, Subang.

SOSIALISASI antisipasi infeksi virus corona atau covid 19 digelar PT Sari Ater Hotel & Resort kerja bareng dengan PMI Kabupaten Subang di Dayang Sumbi Restorant, Jumat (21/2/2020). Sebagai pembicara utama, dr.H. Ahmad Nasuhi, Wakil Direktur RSUD Subang yang juga Kepala UTD PMI Kabupaten Subang.

General Manager Sari Ater Hotel & Resort, Ari Hermowo didampingi Corporate Communications Manager PT Sari Ater, H. Yuki Azuania mengatakan, inisiatif ini untuk memberikan pemahaman langsung kepada seluruh internal karyawan dan mitra di lingkungan Kecamatan Ciater, tokoh masyarakat termasuk Camat, Danramil dan Kapolsek Jalancagak.

“Kami juga mengundang stake holder wisata dan 7 desa binaan yang sebagian besar merupakan daerah wisata. Apalagi obyek wisata kita tidak hanya dijadikan kunjungan wisatawan lokal tetapi juga mancanegara, “ jelas Ari sambil menyebutkan, kalau wisatawan luar selama 2019 mencapai 6 ribu dan terbanyak dari Arab Saudi, sedangkan Cina hanya 100 orang.

Ketua PMI Kabupaten Subang, DR.H. Komir Bastaman menyampaikan apresiasinya karena kali pertama perusahaan swasta menyelenggarakan kegiatan ini. Sebab, selain PMI pun terus berusaha memberikan sosialisasi bersama Dinas Kesehatan juga diharapkan kegiatan serupa dicontoh oleh yang lainnya. “Yang penting adalah kewaspadaan terhadap penyakit apapun dan membiasakan diri hidup sehat, “ ujarnya.

Dr.H. Ahmad Nasuhi pada kesempatan itu mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi ancaman virus corona yang sedang mewabah di Kota Wuhan Cina, dan telah menyebar ke beberapa negara lainnya di dunia saat ini. Virus yang sebelumnya disebut corona itu akhirnya oleh organisasi kesehatan Dunia (WHO) diberikan nama baru dari nCoV-2019 menjadi Covid-19.  

“Kita bersyukur di Jawa Barat belum ditemukan pasen yang positif, namun semua yang hadir terutama dari desa untuk mengantisipasi warga yang baru pulang dari luar negeri, terutama pekerja migran dan segera dilaporkan ke puskesmas agar diperiksa kesehatannya, “ ungkap Ahmad. 

Dia menyebutkan, untuk mengantisipasi penularan virus tersebut bisa dimulai dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Di antaranya, rajin mencuci tangan dengan benar, yaitu dengan menggunakan sabun dan air mengalir, termasuk bagaimana etika kalau bersin dan batuk.

Selain itu, Dinas Kesehatan pun telah menginstruksikan kepada petugas kesehatan yang lebih sering melakukan kontak dengan pasien dengan berbagai jenis penyakit menular, sehingga cukup rentan tertular berbagai jenis penyakit, agar secara konsisten selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR