Masyarakat Diharapkan Sadar Mengelola Sampah dengan Bijak

Bandung Raya

Jumat, 21 Februari 2020 | 17:00 WIB

200221170127-masya.jpg

Engkos Kosasih

KESADARAN masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijak sangat diharapkan, guna menciptakan kelestarian lingkungan sekitar. Tak jarang pula dampak dari pembuangan sampah sembarangan seperti dibuang ke selokan atau sungai, menimbulkan rawan banjir. 

Melihat tumpukan sampah yang mengendap dan menumpuk di bawah jembatan aliran Sungai Cisaraya, anak Sungai Citarum Jalan Raya Laswi Desa Biru Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, sejumlah anggota TNI dari Satuan Tugas Citarum Harum Sekto4/Majalaya langsung turun tangan, Jumat (21/2/2020).

Saat itu, Satgas Citarum Harum bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH)!Kabupaten Bandung dan warga lainnya, turut membersihkan sampah yang nyangkut dan mengendap di bawah jembatan tersebut. 

Dampak dari endapam sampah tersebut rawan menimbulkan luapan air di sungai tersebut, dan menggenangi ruas Jalan Raya Laswi. Bahkan saat turun hujan deras, luapan air dari sungai itu menyebabkan jalan raya provinsi itu terputus dan tak bisa dilalui kendaraan. Dampak dari endapan sampah itu menimbulkan pendangkalan pada aliran sungai tersebut.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Nurdin melalui Anggota Satgas Sektor 4 Sub Desa Biru  Sertu Hendrik Siswanto mengatakan, pihaknya bersama jajaran Satgas Citarum Harum dan petugas DLH Kabupaten Bandung serta warga lainnya memprioritaskan membersihkan sampah yang nyangkut di Sungai Cisaraya sekitar jembatan yang melintasi Jalan Raya Laswi, Desa Biru, Majalaya. 

"Setiap turun hujan di sekitar jembatan menimbulkan  genangan air yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20 -30 cm. Hal tersebut dikarenakan jalan raya yang lebih rendah dan tumpukan sampah yang nyangkut karena adanya pipa PDAM dan pipa lainnya sebanyak 4 pipa,” kata Sertu Hendrik kepada wartawan di sela-sela membersihkan sampah.

Sertu Hendrik mengaku prihatin melihat sampah yang menumpuk di sekitar jembatan yang terbawa hanyut aliran Sungai Cisaraya tersebut. "Selain sampah rumah tangga, juga ada pohon pisang dan ranting yang nyangkut di pipa tersebut," katanya.

Ia mengatakan, dampak dari pengendapan sampah itu menimbulkan pendangkalan pada aliran sungai tersebut. Sehingga disaat derasnya aliran air sungai tersebut, langsung meluap dan menggenangi ruas jalan tersebut.

"Sebenarnya, untuk meminimalisir dan mencegah warga membuang sampah rumah tangga ke sungai, pada akhir tahun lalu Satgas Citarum Harum sempat melaksanakan  sosialisasi kepada warga sekitar di Kantor Kepala Desa Biru. Pada kesempatan itu turut hadir Kepala UPT Pengangkutan Sampah Wilayah Ciparay DLH Kabupaten Bandung, Noor Rochman, S.T., M.M," paparnya.

Sertu Hendrik mengatakan, melihat masih banyaknya endapan sampah di aliran sungai itu, menunjukkan belum seluruhnya warga Desa Biru sadar untuk bijak menangani dan mengelola sampah rumah tangganya. 

Sementara itu, Kepala UPT Pengangkutan Sampah Wilayah Ciparay DLH Kabupaten Bandung Noor Rochman mengatakan, melihat masih banyaknya sampah yang terbawa hanyut aliran Sungai Cisaraya itu, karena memang warga dan pemerintahan setempat di Desa Biru 

belum ada permintaan penarikan sampah.

"Saya juga heran dibawa kemana sampah dari rumah tangganya oleh warga. Bila Sungai Cisaraya yang kita lihat ini penuh antrean sampah, bisa diartikan bahwa sejumlah warga Desa Biru membuang sampahnya di sungai,” kata Noor Rochman.

Ia mengatakan,  di lingkungan sekitar rumah warga Desa Biru tidak mendapati banyak sampah. "Kuat dugaan warga membuang sampah ke Sungai Cisaraya. Soalnya aliran sungai itu penuh sampah. Memang masih menjadi teka-teki silang dari mana sumber sampah tersebut berasal. Apakah warga Desa Biru yang membuang sampah ke sungai atau warga lainnya. Buang sampah berkaitan dengan prilaku manusia," kata  Noor Rochman. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR