Langgar Zona De-eskalasi di Suriah, Ramai Klip Pasukan Amerika Usir Kendaraan Lapis Baja Rusia

Dunia

Jumat, 21 Februari 2020 | 14:49 WIB

200221144904-langg.jpg

dailymail

Sebuah klip viral di media sosial. Klip mengejutkan yang ramai di timeline pengguna internet Negeri Paman Sam itu memperlihatkan “adu kuat” kendaraan militer Amerika dan truk lapis baja Rusia di Suriah. Dari rekaman yang sama terlihat pasukan Amerika tampaknya berusaha mengusir kendaraan berat Rusia dari jalur jalan.

Dikutip dari DailyMail, Jumat (21/2/2020) diduga adegan yang nyaris menyapu seorang warga sipil itu direkam di Qamishli. Dua kendaraan militer AS, termasuk M-ATV yang terlibat gesekan dengan konvoi tiga kendaraan lapis baja Rusia jenis 4x4 Tigr Run off-road.

Dua di antaranya berupaya menguasai jalur jalan hingga truk lapis baja Rusia akhirnya keluar jalur. Menanggapi klip viral ini Komando Pusat AS  mengonfirmasi pihaknya tengah menyelidiki insiden tersebut.

Langgar zona de-eskalasi?

Aksi "adu kuat" ini dikonfirmasi pihak AS.

Russia out.

Kapten Angkatan Laut William Urban kepada Task and Purpose mengatakan, "Kami telah mengetahui video itu dan kami sedangmenyelidikinya." Sementara juru bicara Operation Inherent Resolve kepada Military Times menyebut dalam insiden ini kendaraan patroli Rusia melanggar protokol konflik dan untuk itu “dikawal keluar” dari teritori.

Dalam pernyataan resmi Kolonel Myles B. Caggins III mengatakan, “Pada 19 Februari 2020, patroli Rusia melanggar protokol de-eskalasi dan tidak mematuhi langkah-langkah de-eskalasi sehingga dikawal keluar dari wilayah operasi AS.”

Diklaim bukan yang pertama.

Ia menambahkan, tujuan Koalisi adalah de-eskalasi potensi ketegangan  dengan pasukan lain yang beroperasi di timur laut Suriah. Insiden sendiri masih dipelajari. Dan kepada DailyMail, Kolonel Caggins III menegaskan pihaknya tidak secara terbuka membagikan detail komunikasi de-eskalasi dengan Rusia.

Klip berdurasi 45 detik ini dimulai dengan konvoi Rusia di belakang truk Amerika. Ketika kendaraan berat Rusia berusaha  menyusul, pasukan Amerika  terlihat memblokir sebelum mendesaknya keluar dari jalur jalan. Tidak diketahui apakah konvoi Rusia itu mendapat peringatan terlebih dulu sebelum “adu kuat” terjadi.

Titik konflik yang rumit.

Kawasan timur laut Suriah merupakan medan pertempuran yang rumit dengan pasukan Amerika Serikat, Turki dan Rusia serta pemerintah Suriah dan  milisi Iran saling bentrok, terkadang dalam jarak dekat.

Sejak perang sipil pecah Moskow mengisi kekosongan pasukan AS menyusul penarikan sebagian pasukan. Langkah ini meningkatkan kehadiran militer Rusia dan perjanjian de-eskalasi dilakukan kedua pihak guna menghindari bentrokan. Di luar itu Jeffrey mengatakan Rusia telah beberapa kali melanggar ketentuan de-eskalasi. Sesuatu yang dianggap menantang kehadiran pasukan AS.

Masih diselidiki.

“Kami melihat dalam sejumlah kesempatan  di mana ... mereka  mencoba masuk jauh ke dalam area tempat kami dan SDF berpatroli  di batas teritori dasar yang telah kami buat. Hal seperti itu mengkhawatirkan bagiku,” katanya  merujuk pada Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dan  bekerja sama dengan Washington di timur laut Suriah.

Meski insiden serupa tidak terlalu tinggi tapi diakui terbilang meningkat. "Ini tidak mudah," katanya. Ia berharap pihak Moskow sepenuhnya mematuhi perjanjian de-eskalasi dengan Amerika Serikat.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR