Puskesmas Nagreg Jalin Kerjasama Dengan Pontren Al-Qur'an Al-Falah II

Bandung Raya

Jumat, 21 Februari 2020 | 14:51 WIB

200221142225-puske.jpg

Engkos Kosasih

PUSKESMAS Nagreg menjalin kerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Falah II Nagreg untuk menuju Kecamatan Nagreg Sehat di Kabupaten Bandung. Penandatangan atau Memorandum of Understanding (MoU) itu bersamaan dengan penguatan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan launching inovasi pelayanan dan pembinaan kesehatan di lingkungan pondok pesantren tersebut, Jumat (21/2/2020). 

Penandatangan MoU dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas Nagreg dr. Luqman Haris, Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Falah II K.H. Cecep Abdullah Syahid dan Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al Falah II DR. Mukhsin. Sekitar 1.200 santri di lingkungan pondok pesantren tersebut turut menyaksikannya.

Di sela-sela pemguatan poskestren dan launching inovasi pelayanan kesehatan itu, para santri turut melakukan pengecekan atau pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pelayanan konsultasi kesehatan, mengukur berat badan, lingkar pinggang/perut, tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan darah dan pelayanan kesehatan lainnya. Para santri pun melaksanakan senam cuci tangan yang merupakan bagian dari menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 
Kepala Puskesmas Nagreg dr. Luqman Haris mengatakan, menjalin kerjasama antara Puskesmas Nagreg dan Poskestren ini, puskesmas sebagai unit kerja berfungsi untuk mencegah dan mempromosikan berbagai jenis yang sempat diderita oleh masyarakat.

"Begitu penyakit datang dan diobati, puskesmas terlambat dalam mencegah penyakit. Kita lebih baik mencegah dan mempromosikan penyakit, supaya hidup kita sehat," kata Luqman.

Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri hidup sehat dan bersih agar tak jadi penyakit. "Itu menjadi kuncinya," katanya.

Untuk memciptakan hidup sehat dan bersih, Luqman mengatakan, Puskesmas Nagreg berfungsi melakukan pembimbingan dan memberikan ilmu. Di antaranya mengarahkan para siswa atau santri untuk memperhatikan kesehatannya masing-masing.

"Jika pola hidup sehat, tak perlu lagi sakit maag. Disaat sakit bisa mengobati sendiri, dan tak perlu pergi ke puskesmas. Sehingga perlu memunculkan kemandirian dalam hidup, kemudian akhlak yang baik. Jika di lingkungan pesantren sehat, insya Allah bisa mendapat penghargaan adhywiyata. Sehingga Puskesmas Nagreg berusaha untuk menciptakan kemandirian di lingkungan pesantren hidup sehat guna menuju Kecamatan Nagreg sehat," paparnya.

Luqman pun berharap di lingkungan pondok pesantren benar-benar bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan cara membiasakan diri cuci tangan. Kemudian bagaimana cara melakukan pencegahan gangguan penyakit perut (maag), penyakit kulit dan penyakit lainnya. Ia mengatakan dengan melaksanakan PHBS bisa mengurangi gangguan kesehatan.

Sementara itu, Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al Falah II Nagreg K.H. Cecep Abdullah Syahid mengatakan, kaitan dengan usaha kesehatan, pihak pesantren sudah membentuk organisasi untuk melayani kesehatan para santri.

"Kalau ada santri sakit langsung diperhatikan. Kalau masih bisa diobati di poskestren, cukup diobati di situ. Membutuhkan berobat ke luar, kita mengirimnya ke puskesmas atau dokter terdekat," katanya

Ia mengatakan, fasilitas kesehatan berupa poskestren itu sudah lama diresmikan Gubernur Jabar semasa kepemimpinan Yogi SM, seiring dengan usia pondok pesantren sudah mencapai 50 tahun. Dalam pengelolannya, dibentuk pengurus di poskestren.

"Mencegah dari penyakit, kami menerapkan pola hidup sehat terhadap para santri. Selain itu berusaha untuk menjaga diri dari penyakit kulit," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR