Diduga Tadah Emas Curian, 5 Calo Ditangkap Polisi Garut

Crime Story

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:03 WIB

200221090422-didug.jpg

Agus Somantri

LIMA orang calo yang biasa membeli emas di kawasan Garut Kota, Kabupaten Garut diamankan polisi, Kamis (20/2/2020). Kelimanya ditangkap petugas karena diduga sebagai penadah emas hasil curian.

Perwira Unit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji mengatakan, penangkapan kelima calo emas yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari itu merupakan pengembangan dari kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tarogong Kidul beberapa waktu lalu.  

"Mereka ini diduga merupakan pelaku pertolongan jahat atau penadahnya," ujarnya.

Kelimanya yaitu MH (62), IB (35), SU (49), DR (49), dan MS (46). Mereka ditangkap setelah pihaknya mengajak jalan-jalan pelaku pencurian ke lokasi menjual emas hasil curian.

"Jadi pelaku ini tidak tahu namanya yang membeli emas hasil curiannya itu. Sehingga kita ajak jalan-jalan ke beberapa tempat. Pelaku hanya mengenal wajahnya," ucapnya.    

Kepada petugas yang memeriksanya, terang Aji, kelima orang yang ditangkap tersebut mengaku memang telah membeli emas dari para tersangka. Mereka beralasan mau membeli emas tersebut karena tersangka mengaku bahwa emas yang dijualnya itu merupakan warisan dari orang tuanya.  

Meski demikian, Aji menegaskan, setiap barang berharga yang tidak dilengkapi dengan surat-surat lengkap seharusnya tidak begitu saja dibeli karena patut diduga barang tersebut sebagai hasil tindak kejahatan.

"Jadi jangan asal beli begitu saja. Karena siapa tahu barang tersebut hasil tindak kejahatan," katanya.

Apalagi, lanjut Aji, emas yang dibeli oleh kelima calo tersebut harganya  
jauh dibawah harga rata-rata pasar. Emas-emas itu pun kemudian dijual lagi oleh para calo ke bandar.

Aji menambahkan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Pihaknya juga akan mengejar bandarnya. Bahkan kalau barang tersebut oleh bandar sudah dijual ke toko.  

"Atas perbuatannya, mereka dikenakan pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat (penadah). Ancaman hukumannya, 4 tahun penjara," ucapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR