Terjerat Korupsi, Kades Sukasukur Ditetapkan Jadi Tersangka Oleh Kejari Tasikmalaya

Daerah

Kamis, 20 Februari 2020 | 20:50 WIB

200220205204-terje.jpg

Septian Danardi

DIDUGA menyalahgunakan bantuan keuangan Kabupaten Tasikmalaya untuk Desa Sukasukur tahun 2018 dan 2019. AG (46)  Kepala Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (20/2/2020) petang.

AG langsung ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tasikmalaya usai dilakukan pemeriksaan. Penetapan itu terkait tindak pidana korupsi dana bantuan keuangan Kabupaten Tasikmalaya, untuk Desa Sukasukur. Akibat perbuatanya tersebut kerugian negara mencapai Rp 543.207.000.

"Kepala Desa Sukasukur AG, hari ini kita tetapkan tersangka. Yang bersangkutan merupakan Kepala Desa Sukasukur aktif dan kita tahan langsung," demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani di Kantornya usai penahanan, Kamis.

Menurutnya, pihaknya telah memeriksa 46 orang saksi dan 1 orang ahli. Modus yang dilakukan Kades AG, yakni dengan mengurangi jumlah kegiatan yang seharusnya direalisasikan. AG juga memotong anggaran yang sudah ditentukan.

Pada anggaran tahun 2018, lanjut Sri, AG hanya merealisasikan enam kegiatan dari total sembilan kegiatan dengan total anggaran hanya Rp 59 juta lebih. Padahal, kata Sri, total bantuan keuangan yang masuk di Desa Sukasukur mencapai Rp 235 juta.

Meski jumlah kegiatan sama, namun anggaran yang dikeluarkan hanya Rp 157 juta. Sementara, kata Sri, bantuan keuangan dari Kabupaten Tasikmalaya tahun 2019 mencapai Rp 525 juta untuk 13 kegiatan.

Antara lain untuk pembangunan kirmir jalan Kampung Ciore sebesar Rp 25 juta, pembangunan kirmir Kampung Cidulang Rp 35 juta dan pembangunan TPT Kampung Ciliwung Rp 40 juta serta 6 kegiatan lainnya.

Akan tetapi oleh Kepala Desa hanya 4 kegiatan saja yang dijalankan, ditambah pengalihan kegiatan sebanyak 2 kegiatan, sehingga total kegiatannya hanya ada 6. Jika ditotalkan, berikut pajak, maka jumlah realisasi penggunaan bantuan keuangan tahun tersebut hanya sebesar Rp 59.493.000.

Sempat muncul pula pengakuan 40 persen digunakan untuk fee atau potongan yang digelontorkan ke asosiasi. Meski akhirnya pernyataan ini diklarifikasi tersangka dan uangnya dipinjamkan kepada pihak lain.

"AG tidak merealisasikan anggaran dengan penuh, bantuan keuangan tahun 2018 total kerugian Rp 175 juta sementara tahun 2019 total bantuan keuangan untuk Desa Sukasukur mencapai Rp 525 juta, yang direalisasikan hanya Rp 157 juta lebih," katanya.

Pihak kejaksaan masih mendalami kasus tindak pidana korupsi ini.

AG tidak berkata sepatah katapun, saat digiring menuju kendaraan tahanan dengan mengenakan rompi merah. Kades Sukasukur ini hanya bisa tertunduk malu.

"Kita masih lakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap tersangka. Tersangka bisa dijerat Undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman kurungan 20 tahun," ujarnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR