Pengusaha Dodol Garut Sambut Baik Rencana Pembatasan Impor Gula Pasir dari Cina

Daerah

Kamis, 20 Februari 2020 | 20:41 WIB

200220204237-pengu.jpg

H. Ato Hermanto, pengusaha dan pemilik pabrik Dodol Picnic.

SEJUMLAH pengusaha dodol di Kabupaten Garut menyambut baik adanya rencana pembatasan impor gula pasir dari Cina yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

H. Ato Hermanto, salah seorang pengusaha yang juga pemilik pabrik Dodol Garut Picnic mengatakan, dengan adanya pembatasan impor gula pasir dari Cina bisa menjadikan produk lokal kembali berjaya.

"Tentu saya sangat bersyukur. Dengan adanya pembatasan kran impor gula pasir, jadi bisa lebih mengedepankan produk lokal," ujarnya, Kamis (20/2/2020).

Bahkan menurut Ato, pihaknya berharap khusus untuk gula pasir tidak selalu mengandalkan dari impor. Malah kalau bisa, ungkapnya, tidak ada impor gula pasir. 

"Hal ini agar produk lokal bisa kembali berjaya di negeri sendiri," ucapnya.

Ato pun menyebutkan, dari dulu sampai sekarang Dodol Picnic selalu memakai gula pasir produk lokal dan tidak menggunakan gula rafinasi atau gula impor. 

"Kalau kita (Dodol Picnic) selalu menggunakan gula lokal. Distributor kita ada di Lampung," katanya.

Makanya, terang Ato, usahanya tidak terlalu terpengaruh dengan adanya pembatasan impor gula pasir. Ia menilai, dari kualitas sendiri sangat jauh berbeda antara gula impor dan lokal.

"Terus terang, saya sangat menjaga kualitas produk saya. Dan saya rasa, jauh lebih bagus menggunakan gula lokal ketimbang gula impor," katanya.

Menurut Ato, gula lokal lebih memiliki kualitas lebih baik dibandingkan gula impor. Karena itu pihaknya menilai sebaiknya tidak ada impor gula pasir.

"Kalau saya sih sebaiknya engga usah ada impor gula pasir, sudah saja pakai gula lokal," ucapnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR