Dipecat Sepihak, Pimpinan Kadin Jabar Dorong Musprovlub

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:52 WIB

200220195258-dipec.jpg

Dony Mulyana Kurnia.

DUA pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) dipecat sepihak melalui media sosial WhatsApp. Sehubungan hal itu mereka mendorong agar segera digelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Kadin Jabar.

Kedua pengurus Kadin Jabar tersebut antara lain Dony Mulyana Kurnia, selaku Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Bidang Lingkungan Hidup dan CSR, dan Yahya B. Soenarjo sebagai Wakil Ketua Bidang Perdagangan.

Dony Mulyana Kurnia mengaku dipecat dari kepengurusan Kadin Jabar tanpa ada penjelasan. Surat pemecatan dikirim pada awal Desember 2019.
Selain dirinya, pemecatan juga dilakukan terhadap Yahya B. Soenarjo sebagai Wakil Ketua Bidang Perdagangan.

“Pemecatan saya tidak sesuai AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) Kadin. Saya tidak pernah dipanggil, langsung dikirim surat pemecatan. Itu pun hanya melalui whatsApp dari Direktur Eksekutif,” ujarnya kepada wartawan di kantin Kodiklat TNI AD, Jalan Aceh, Bandung, Kamis (20/2/2020).

Dia menjelaskan dalam AD/ART Kadin pasal 20, pemberhentian bisa dilakukan jika sudah mendapat surat peringatan sebanyak tiga kali. Pemecatan pengurus Kadin Jabar juga hanya bisa dilakukan oleh Kadin Pusat sebagai pihak yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK).

Lebih lanjut Doni mengaku belum pernah mendapat surat peringatan secara resmi. Selain itu, belum pernah ada pemanggilan kepada dirinya.

“Sampai sekarang, saya tidak pernah mendapat penjelasan atau alasan pemecatan tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemecatan secara sepihak ini telah diadukan ke Kadin Pusat yang kemudian menginstruksikan agar Kadin Jabar mencabut SK pemberhentian tersebut.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat dengan Nomor : 061/DP/I/2020, tertanggal 17 Januari 2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.

Namun, kata dia, Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana saat ini tidak mengindahkan instruksi tersebut. Hal ini menunjukan sikap menentang dan membangkang terhadap Kadin Indonesia.

Selain masalah pemecatan, dia mengaku punya sejumlah bukti terkait kesalahan-kesalahan lain yang dilakukan Tatan Pria Sudjana, selaku Ketua Kadin Jabar.
“Saya mendorong adanya Musprovlub Kadin Jabar, karena situasi ini sudah sangat memprihatinkan dan berlarut-larut,” katanya.

Dony menduga pemecatan dirinya dan Jahja dikarenakan kedekatan keduanya dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Padahal Tatan pun lanjut Dony punya akses yang bagus terhadap gubernur. "Sepertinya Pak Tatan tidak ingin ada matahari kembar di Kadin Jabar," katanya.

Tatan pun, lanjut Dony telah memberhentikan beberapa karyawan di Kadin tanpa pesangon. Menurutnya, jelas hal itu tidak sesuai aturan yang berlaku.

Dony pun akhirnya dilaporkan ke Polda Jabar atas pencemaran nama baik. Terkait itu Dony pun berencana lapor balik Tatan Pria Sudjana.

"Ini kan demi marwah Kadin yang harus selalu kita jaga. Mulanya saya tidak akan tuntut, tetapi saya dilaporkan duluan makanya saya akan lapor balik," katanya.

Terpisah Ketua Kadin Jabar, Tatan Pria Sudjana melalui pesan singkatnya mengatakan biarlah proses hukum formil yang menjawab semuanya dari laporannya ke Polda Jabar. Menurut Tatan ini demi menegakkan kebenaran materiil.

"Indonesia ini kan Negara hukum. Benar salah biar hukum yang selalu tegak dan biar hukum yang berbicara," katanya singkat.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR