Berikan Layanan Prima, Wyata Guna Luncurkan Aplikasi "Lapak SPA"

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:26 WIB

200220192514-berik.jpeg

ist

TRANSFORMASI dan perubahan cepat terhadap dinamika serta kebutuhan publik akan layanan yang efektif dan efisien, perlu direspon dengan adanya pengembangan inovasi. Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna di Bandung sebagai pelaksana rehabilitasi sosial hadir untuk memberikan pelayanan terbaik (prima) dalam proses rehabilitasi sosial.

BRSPDSN Wyata Guna di Bandung meluncurkan dua aplikasi daring dengan pendekatan teknologi informasi oleh penyandang disabilitas sensorik netra. Aplikasi daring tersebut bernama "Lapak SPA", merupakan pengembangan inovasi pelayanan publik di bidang jasa serta manifestasi dari implementasi program rehabilitasi sosial lanjut yang dilaksanakan secara holistik, sistematik dan terstandar.

Peluncuran aplokasi dilakukan di sela kegiatan "Sosialisasi Layanan Rehabilitasi Sosial Advanced" sebagai percepatan Implementasi Progres 5.0 New Platfom. Acara digelar di Hotel Grand Setiabudi Bandung, 19-21 Februari 2020.

Aplikasi daring "Lapak SPA" digagas untuk memberikan kecepatan dan jangkauan lebih luas dalam layanan pijat massage, shiatsu, dan pijat spa Rumah Bugar Wyata Guna. Aplikasi ini juga merupakan bagian dari wujud pengembangkan keterampilan dan pemberdayaan penyandang disabilitas sensorik netra dalam platfom baru program rehabilitasi sosial lanjut dengan pengembangan kapabilitas sosial dan tanggungjawab sosial sebagai outputnya.

Selain "Lapak SPA", pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran aplikasi "Sipamerwyna" atau Sistem Informasi Penerima Manfaat Wyata Guna. "Sipamerwyna" merupakan aplikasi pengelolaan database Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Wyata Guna untuk mengolah data menjadi informasi yang cepat, akurat dan terukur guna menghadirkan pelayanan publik yang prima.

Dalam kegiatan launching aplikasi tersebut turut hadir Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto dan perwakilan dari 10 Provinsi yang menjadi jangkauan wilayah kerja BRSPDSN Wyata Guna di Bandung.

Edi Suharto dalam paparannya sangat mengapresiasi hadirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah guna menciptakan sinergitas dan integritas layanan rehabilitasi sosial.

Seperti diketahui, Rehabilitasi Sosial kini memiliki konsep baru sebagaimana amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial serta Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Disabilitas.

"Kedua peraturan perundang-undangan tersebut menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial terdiri dari dua bentuk, yaitu rehabilitasi sosial dasar yang dilaksaakan di dalam maupun di luar panti yang menjadi tanggungjawab gubernur/bupati/wali kota. Satu lagi yaitu rehabilitasi sosial lanjut yang dilaksanakan di dalam maupun di luar Balai dan Loka yang menjadi tanggungjawab Menteri Sosial dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial," papar Edi Suharto, Kamis (20/2/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, hasil yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah tersampaikannya materi perubahan layanan rehabilitasi sosial panti menjadi balai. Selain itu, pihaknya berharap lewat kegiatan akan tersampaikan materi rehabilitasi sosial tingkat lanjut PDSN BRSPDSN Wyata Guna serta memperoleh masukan terhadap pelayanan yang ada di Wyata Guna.

"Kami berharap lewat kegiatan ini dapat terjalin hubungan yang harmonis antara Wyata Guna dan stakeholdernya. Tentunya agar bersinergi dan berkolaborasi dalam menjalankan program rehabilitasi sosial demi kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra di Indonesia," pungkas Edi Suharto.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR