STIMLOG Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Hadapi Era Revolusi Industri 4.0 MENGHADAPI tantangan Era Rev

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:52 WIB

200220175458-stiml.jpg

Rio Ryzki Batee

: Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG), Rachmawati Wangsaputra mewisuda mahasiswa pada Sidang Senat Terbuka Sarjana STIMLOG Angkatan ke-3 di Jln. Sari Asih, Kota Bandung, Kamis (20/2/2020).

STIMLOG Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

MENGHADAPI tantangan Era Revolusi Industri 4.0, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) meningkatkan kemampuan atau skill mahasiswa dalam sistem informasi.

Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIMLOG, Melia Eka Lestiani mengatakan, pihaknya menerapkan pembelajaran sistem informasi logistik. Maksudnya untuk memberikan pemahaman bagaimana mempercepat informasi terkait logistik, kepada pengguna jasa.

"Sebenarnya kita sudah lama menerapkan sistem informasi logistik ini. Sehingga sekarang sudah banyak contoh dan modelnya," ungkapnya usai Sidang Senat Terbuka Sarjana STIMLOG Angkatan ke-3 di Kampus STIMLOG, Jln. Sari Asih, Kota Bandung, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, selain menerapkan sistem informasi logistik, pihaknya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang komputer dan bahasa inggris. Mengingat lingkup dari dunia logistik yang berskala internasional.

"Dua kemampuan ini penting karena ruang lingkup logistik yang berskala internasional, ditambah dengan tuntutan zaman yang harus melek teknologi," katanya.

Dikatakannya, partisipasi alumni juga dibutuhkan melalui program "Alumni Mengajar". Dalam program tersebut, alumni yang sudah terjun ke dunia logistik, berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa.

"Kalau tren dunia kerja untuk kebutuhan lulusan logistik, semakin meningkat setiap tahunnya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, Hariyanto menuturkan, dalam menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0, pihaknya berharap, lulusan STIMLOG mampu menjadi sumber daya yang tangguh dan kompetitif. Selain itu, mampu beradaptasi bukan hanya dalam lingkungan lokal, regional tetapi juga dalam lingkungan global.

"Jadi tidak hanya selalu sebagai pencari kerja, namun juga sebagai pembuka lapangan kerja dalam konteks mengembangkan jiwa kewirausahaan. STIMLOG juga diharapkan dapat melakukan perubahan," terangnya.

Hariyanto menjelaskan, pengetahuan dan keterampilan baru terus dibutuhkan, sesuai dengan perubahan teknologi atau pekerjaan. Diakuinya saat ini, kompetisi di pasar kerja terjadi sangat ketat, banyak pekerja asing yang masuk ke Indonesia untuk memenuhi lowongan pekerjaan yang ada.

"Untuk itu upaya peningkatan kompetensi harus terus dilakukan. Peningkatan kompetensi tidak harus dilakukan di dalam proses perkuliahan, tapi juga setelah lulus," tambahnya.

Dalam sidang senat terbuka STIMLOG angkatan ke-3 tersebut, terdapat 114 lulusan yang diwisuda. Sebanyak 62 lulusan dari prodi logistik dan 52 lulusan dari prodi transportasi logistik.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR