Warga Korban Banjir Bersihkan Endapan Lumpur di Jalan Andir-Katapang

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:45 WIB

200220174643-warga.jpg

SEJUMLAH warga korban banjir di Jalan Andir-Katapang Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, terlihat membersihkan endapan lumpur di ruas jalan tersebut, Kamis (20/2/2020). Mereka berusaha melakukan upaya pemulihan pascabanjir surut, yang sempat memutus ruas jalan tersebut dalam beberapa hari terakhir ini.

Dengan adanya upaya kerja keras warga terdampak banjir tersebut, endapan lumpur pun secara perlahan-lahan bisa dibersihkan di ruas jalan tersebut. Dikatakan warga, sebelum dibersihkan, endapan lumpur di ruas jalan itu sempat mengancam keselamatan para pengendara roda dua.

Bahkan ada di antara pengendara roda dua yang terjatuh akibat tergelincir di ruas jalan tersebut, karena licin oleh endapan lumpur. Setelah endapan lumpurnya dibersihkan warga, para pengendara pun terlihat nyaman, meski harus tetap meningkatkan kehati-hatian saat melewati ruas jalan yang basah, karena masih ada sisa endapan lumpur  bercampur air.

Sejumlah warga yang membersihkan endapan lumpur itu sempat menyaksikan iring-iringan rombongan para pejabat yang meninjau lokasi banjir dan lahan, yang akan digunakan kolam retensi Andir di Kampung Ciputat Kelurahan Andir.

"Saya sempat kecewa karena para pejabat yang melintas tidak berhenti, dan turun menemui warga korban banjir. Coba kalau mereka turun, kita kan bisa dialog atau tukar pikiran menyampaikan keluhan warga korban banjir," keluh Yoyo Royani kepada wartawan di sela-sela membersihkan endapan lumpur di Jalan Andir-Katapang, Kelurahan Andir, Kamis siang.

Sementara itu, menurut Camat Baleendah Drs. H. Meman Nurjaman, rombongan para pejabat yang meninjau lokasi banjir dan lahan yang akan dibangun kolam retensi Andir, kemudian tidak sempat menemui warga yang sedang membersihkan endapan lumpur karena padatnya jadwal kegiatan.

"Soalnya, setelah kunjungan ke lokasi banjir di Andir Baleendah, mereka langsung menuju Curug Jompong Nanjung Margaasih, dan setelah itu menuju Rumah Dinas Pak Bupati di Soreang," katanya.

Camat pun mengatakan, kondisi banjir di Kelurahan Andir Baleendah itu, karena kondisi genangan air naik turun dari luapan Sungai Cisangkuy. "Dalam menghadapi kondisi banjir saat ini, airnya itu naik turun. Apalagi saat ini menghadapi cuaca ektrim, sehingga kita harus siap siaga," katanya.

Ia mengatakan, bencana banjir di Baleendah itu sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir ini. Pada tahun 2019 lalu, banjir mulai terjadi sejak November 2019 dan akhir Desemner 2019 pun terjadi banjir, sehingga berbagai unsur mulai dari pemerintahan, relawan dan komunitas siap siaga dalam menghadapi banjir tersebut.

"Masyarakat juga harus tetap waspada dalam menghadapi banjir rutin setiap memasuki musim hujan. Bahkan kita kemarin (Rabu, 19/2/2020) melaksanakan apel peningkatan dan pemeliharaan kesiapsiagaan bencana banjir," jelasnya.

Kesiapsiagaan itu, katanya, setelah mendapat informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan diperkirakan tinggi hingga akhir Maret dan April 2020 mendatang," katanya.

Menghadapi masih tingginya potensi curah hujan itu, lanjut Meman, warga harus tetap waspada dalam menghadapi kemumgkinan masih terjadi ancaman banjir hingga Mei dan Juni 2020 mendatang.

"Melihat potensi curah hujan, kita harus waspada dalam kurun waktu 4 bulan kedepan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, termasuk kepada RT, RW, aparatur desa dan kelurahan untuk tetap semangat menjaga kesehatan. Selain itu untuk selalu semangat dalam penanggulangan banjir dalam upaya membantu masyarakat," ungkapnya.

Meman mengatakan, prioritas utama dalam menghadapi banjir, pihaknya berkomitmen jangan sampai ada korban jiwa. "Soalnya, kondisi air, misalnya saat ini naik dan tak lama kemudian air surut. Bahkan setelah surut, kembali air naik. Kita harus tetap siaga dalam beberapa bulan kedepan," katanya.

Kejadian banjir saat ini, katanya, sebelum ada terowongan Nanjung Curug Jompong, ketinggian air 1,2 meter surutnya selama 2 hari.  "Sekarang 1 hari bisa surut," pungkasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR