Puluhan Kali Mencuri Motor, Sepak Terjang Pian Akhirnya Terhenti

Halo Polisi

Kamis, 20 Februari 2020 | 17:46 WIB

200220180713-puluh.jpg

Laksmi Sri Sundari

SETELAH puluhan kali mencuri sepeda motor, aksi Y alias Pian (31) akhirnya terhenti. Residivis kasus serupa itu ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Padalarang.

Warga Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat tersebut nyaris tiap hari mencuri sepeda motor dengan waktu sekejap. Pian diamankan pada 14 Januari 2020 di Kampung Purabaya Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang KBB. Sebelumnya, ia sempat ditahan di Lapas Cianjur selama 2 tahun dan di Lapas Jelekong selama 3 tahun.

"Kami telah mengamankan pelaku spesialis curanmor di wilayah Padalarang. Dia kerap beraksi seorang diri dengan waktu yang sangat cepat," tutur Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki melalui Kapolsek Padalarang, Kompol Supriati di Mapolres Cimahi, Jalan Jend. Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis (20/2/2020).

Berdasarkan catatan kepolisian, Pian melakukan pencurian di 34 TKP terutama di wilayah KBB dan Cianjur. Rinciannya 7 TKP di Padalarang, 6 TKP di Cililin, 10 TKP di Cipeundeuy, 1 TKP di Cisarua, 1 TKP di Saguling, 1 TKP di Cipatat, dan 8 TKP di Cianjur.

"Dalam kurun waktu Desember 2019 sampai awal 2020, sudah ada 34 TKP yang dilakukan Pian. Hampir tiap hari melakukan pencurian," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Ririn NF.

Pian menggunakan kunci astag dan kunci T untuk mencuri sepeda motor. Selain itu dia juga membawa golok sebagai antisipasi jika kepergok korban.

"Dia sudah sangat ahli, satu motor tidak sampai 5 menit bisa dicuri. Jadi kunci astag atau T ditekan ke stop kontak. Setelah terbuka, dia bawa kabur motornya. Tapi plat nomornya langsung dilepas karena dia juga bawa obeng dan tang. Sasarannya sepeda motor yang terlihat kurang pengamanannya, mau itu di teras rumah atau di parkir umum," jelasnya.

Pian yang memiliki jaringan penadah di wilayah Cianjur, terkadang mencari terlebih dahulu peminat barang curiannya sehingga tak perlu repot menemukan pembeli lagi. "Ada juga yang minta dicarikan motor jenis tertentu, baru dicarikan oleh Pian. Biasanya yang mencari itu temannya yang penadah. Motor sasarannya itu matik seperti Beat, dan dijual seharga Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta," bebernya.

Kepolisian turut mengamankan penadah sepeda motor curian dari Pian yaitu Edih alias Edi. Sedangkan tiga penadah lainnya, yakni Endang, Farid, dan Abidin, masih dalam pengejaran.

Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dengan Pemberatan Secara Berulang dengan ancaman penjara selama 7 tahun. Sedangkan tersangka Edih sebagai penadah disangkakan Pasal 480 KUHP tentang Pertolongan Jahat dengan ancaman 4 tahun penjara.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR