Tawuran Pelajar di Bekasi Tewaskan Satu Orang

TKP

Kamis, 20 Februari 2020 | 15:39 WIB

200220153800-kelom.jpg

dok

ilustrasi

TAWURAN antar dua kelompok pelajar terjadi di Jalan Kalimalang Kampung Cimalayan, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/2/2020) dinihari. Akibatnya satu korban tewas akibat luka bacok di bagian dada.

Berdasarkan laporan kepolisian, tawuran melibatkan dua kelompok pelajar dari dua sekolah yakni SMK Negeri 1 Cikarang Pusat dengan SMK Dewantara. Sedangkan korban tercatat bernama Nur Sidik (17), siswa kelas XII SMKN 1 Cikarang Pusat.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Hendra Gunawan mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, kedua kelompok pelajar itu sudah melakukan perjanjian untuk tawuran. Kedua kelompok saling berhubungan melalui media sosial.

"Indikasinya mereka berjanjian melalui media sosial, baik itu Facebook atau lain sebagainya. Mereka bertemu di satu titik untuk saling serang. Akibatnya satu pelajar menjadi korban," ungkapnya seperti ditulis wartawan "PR", Tommi Andryandy.

Berdasarkan keterangan para saksi, tawuran berawal dari kelompok pelajar SMKN 1 Cikarang Pusat yang berkumpul sekitar 20 orang lebih di Gapura Kantor Desa Pasir Ranji, Cikarang Pusat, Rabu (19/2/2020) malam.

Mereka lantas bergerak dengan mengendarai sejumlah sepeda motor menuju Jalan Kalimalang Jembatan Kali Cibeet, dengan melewati Jalan Loji, Karawang Barat. Mereka kemudian berhenti di lokasi tawuran, tepatnya di sekitar pintu air Kamoung Cilapayan, Desa Pasiranji, Kecamatan Cikarang Pusat.

Tidak lama berselang, kelompok pelajar dari SMK Dewantara pun datang dan langsung terjadi aksi saling serang. Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia dengan luka bacok selebar 5 sentimeter pada dada bawah sebelah kiri.

Melihat korban ambruk, para kerabat korban kemudian mengevakuasi ke lokasi aman. Selanjutnya sebagian mereka membawa ke Klinik Mitra Suhada Karawang. Namun sayang sesampai di klinik korban dinyatakan tewas.

Diungkapkan Hendra, pihaknya belum mengetahui penyebab kedua kelompok saling serang. Hanya saja, diduga kuat tawuran dilatarbelakangi aksi saling ejek hingga memicu emosi dari kedua belah pihak.

"Karena kalau dari histori keduanya, kedua sekolah ini tidak ada catatan saling bermusuhan. Hanya saja, diduga ada saling ejek sehingga memicu tawuran," tuturnya.

Hendra menambahkan, dari aksi tersebut, pihaknya telah mengidentifikasi pelaku. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kami sudah identifikasi pelaku yang melakukan pembacokan, dan pelakunya masih status pelajar, lagi akan ditangkap petugas," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR