Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung Laksanakan Pencanangan WBK

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 14:32 WIB

200220143258-kejak.jpg

Engkos Kosasih

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung melaksanakan pencanangan wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan Kantor Kejari Kabupaten Bandung, Kamis (20/2/2020).

Pencanangan WBK ini serentak dilaksanakan di semua Kantor Kejari se-wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Namun untuk Kejaksaan Negeri Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Bandung, serta Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sudah lebih awal melaksanakan pencanangan WBK pada 2019.

Namun untuk Kejari yang sudah lebih awal melaksanakan pencanangan WBK, kemudian bisa melaksanakan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan Negeri masing-masing. Pencanangan WBK itu merupakan program aparatur penegak hukum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, supaya kepercayaan masyarakat kepada penegak hukum lebih meningkat.

Dalam pencanangan WBK di Kejari Kabupaten Bandung dihadiri Kepala Kejati Jawa Barat Ade Adhyaksa, S.H., Kepala Kejari Kabupaten Bandung Paryono, S.H., Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Donny Bainuri, Asisten Pemerintah Kabupaten Bandung H. Ruli Hadiana dan jajaran Polri, TNI serta Forkopimda Kabupaten Bandung lainnya dan dilanjutkan dengan menandatangani fakta integritas dalam pencanangan WBK tersebut.

Kepala Kejati Jabar Ade Adhyaksa menegaskan, jika diketahui ada jaksa yang tidak komitmen dan sudah melaksanakan penandatangan fakta integritas, bisa ditindak sesuai dengan peraturan yang ada.

"Kita sudah saksikan bersama, mereka sudah menandatangani fakta integritas. Jika mereka tidak komit bisa diindak sesuai dengan aturan yang ada," tegas Ade kepada wartawan.

Ade mengatakan, dalam pencanangan WBK ini untuk memberikan pelayanan prima, bersih dan terbaik kepada masyarakat. Ia pun mengatakan, pencanganan WBK ini serentak dilaksanakan di semua Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat.

"Ini merupakan program aparatur untuk meningkatkan pelayanan prima, bersih dan terbaik kepada masyarakat," kata Ade.

Sementara itu, Paryono, S.H., dengan adanya pencanangan WBK dan penandatanganan fakta integritas ini, semua pegawai di lingkungan Kejari Kabupaten Bandung untuk sama-sama komitmen dan tidak melakukan sesuatu diluar ketentuan, di antaranya yang bersifat koruptif.

"Kita larang," katanya.

Ia berharap melalui pelaksanaan komitmen bersama dan penandatangan fakta integritas ini, para pegawai di lingkungan kejaksaan bisa melayani masyarakat secara optimal dan prima. "Supaya masyarakat senang dengan adanya pelayanan dari kita," harapnya.

Paryono pun akan selalu mengingatkan kepada para staf maupun pegawai di lingkungan Kejaksaan tersebut selalu berbuat sesuai dengan ketentuan yang ada. "Tak boleh melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)," katanya.

Lebih lanjut Paryono memegaskan, jika diketahui ada pegawai yang melakukan pelanggaran bisa dikenai sanksi sesuai dengan aturan disiplin kepegawaiaan. "Kebetulan di Kejaksaan Tinggi ada Bidang Pengawasan, sehingga ketika ada pegawai yang melakukan pelanggaran dilarikan ke sana (Bidang Pengawasan)," katanya.

Meski demikian, katanya, pihaknya bersama para kasi di lingkungan Kejaksaan tersebut akan selalu melakukan pengawasan secara melekat dan fungsional kepada para staf yang ada di lingkungan Kejaksaan tersebut.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR