PT LIB Perketat Penugasan Wasit Liga 1

Liga Indonesia

Kamis, 20 Februari 2020 | 10:18 WIB

200220101958-pt-li.jpg

dok

ilustrasi

BANYAKNYA kontroversi keputusan di Liga 1 musim lalu membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) lebih ketat di dalam pemilihan wasit yang akan bertugas di musim 2020 ini. Sebanyak 41 wasit dan 51 asisten wasit menjalani workshop sebagai penilaian akhir (assessment) sebelum penugasan nanti.

Komite Wasit LIB, Sonhaji usai Manager Meeting Liga 1 2020 mengaku belum mengetahui jumlah wasit yang akan diambil dari workshop tersebut. Namun untuk kebutuhan untuk Liga 1 musim ini adalah 30 wasit plus asisten wasit.

"Saya tidak tahu ada berapa wasit dan asisten wasit yang lolos dari assessment nanti. Tapi kebutuhkan kita musim ini adalah 30 wasit total untuk Liga 1. Nanti akan diklasifikasikan mana yang bisa dimainkan di Liga 1, lalu yang kurang diturunkan di Liga 2, dan seterusnya," katanya seperti dilaporkan wartawati PR, Wina Setyawatie.

Dalam workshop ini akan dibahas mengenai kejadian-kejadian yang menurut masyarakat menjadi kontroversi, hingga jadi catatan. Menurut Sonhaji mereka akan membahasnya secara mendetail. Agar tidak ada lagi wasit yang bermasalah.

"Untuk kompetisi musim lalu, ada satu wasit yang turun grade, dan 15 orang wasit dari Liga 2 promosi naik ke Liga 1. Test mental dan fisikal akan masuk dalam materi workshop. Mungkin akan bisa dikostrad nanti untuk mengetestnya biar ada nuasa militernya. Pokoknya yang kurang bagus dari tahun lalu kita upgrade," ujarnya.

Selain wasit, tambah Direktur Utama PT LIB Cucu Sumantri, salah satu upaya lain untuk meningkatkan kualitas pertandingan adalah dengan menyediakan perlengkapan wasit yang lebih kekinian. Seperti headphone, yang diharapkan bisa lebih cepat mengambil keputusan wasit dengan hakim garis, kemudian spraynya.

"Untuk VAR (Video Assistant Referee) belum bisa diterapkan musim ini. Hari ini sudah ada pertemuan dengan perwakilan FIFA dan AFC untuk membahas kesiapan pelatihan VAR. Karena ternyata untuk menjalankan VAR itu tidak gampang. VAR-nya gampang disediakan, tapi personil yang mengoperasikan VAR sulit. Hingga perlu pelatihan dan pelatihannya itu hampir sembilan bulan. Ada tiga tahap, dengan pembahasan yang berbeda di tiap triwulannya. Mudah-mudahan mengawali dengan hal tadi, tahun depan sudah bisa dioperasionalkan," imbuhnya.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR