Jalin Kerja Sama, ARS University Kunjungi Bandung Digital Valley

Bandung Raya

Kamis, 20 Februari 2020 | 08:53 WIB

200220085411-jalin.jpg

Krisbianto

WAREK Bidang Kerjasama dan Inovasi ARS University, Wiseto Agung (keempat kanan) saat foto bersama di Kantor Bandung Digital Valley, Jln. Gegerkalong Hilir, Bandung, Rabu, (19/2/2020).

KOTA Bandung kini telah menjadi barometer para bisnis startup. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Bandung Digital Valley (BDV) sebagai wadah tempat berkumpulnya startup. BDV ini, merupakan bagian dari PT Telkom Indonesia yang mulai aktif sekitar 2012.

Tak salah Universitas Adirajasa Reswara Sanjaya (ARS University) berkunjung ke dunia industri startup, yang kini menjadi fenomena baru dalam bisnis digital. Hal ini dilakukan untuk mencari masukan baru dari dunia industri yang nantinya, akan diakomodir dalam kurikulum tahun ajaran baru tahun 2020 ini.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Inovasi ARS University, Wiseto Agung mengatakan, sengaja membawa para Dekan, Kaprodi, Ketua ARS Entrepreneur Centre (AEC) dan ARS Carrier Centre dan beberapa dosen agar bisa bertatap muka langsung dan berdiskusi tentang peluang bisnis startup ini bisa di adopsi ke dalam kurikulum. Tentunya, juga kedepan bisa kerja sama dalam pemagangan mahasiswa dan kunjungan mahasiswa dalam bisnis startup.

“Ya, BDV ini merupakan bagian dari Telkom yang membuat Indonesia Digital Community atau Indigo yang merupakan inkubasi untuk digital bisnis,” katanya, usai kunjungan ke Kantor BDV, Jln.   Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Rabu, (19/2/2020).

Inkubasi digital bisnis ini, katanya, merupakan sebuah jembatan yang menghubungkan startup dengan bidang usaha yang sedang ditekuni melalui program digital. Tentunya, di dalamnya terdapat rangkaian program seperti, pembinaan, mentoring, marketing, dan permodalan.

“Tentu ada juga creative center, di mana para startup yang baru muncul akan dibantu untuk pengembangannya. Namun, bagi startup yang ingin bergabung, tinggal membuka website www.indigo.co.id. Di sana, startup bisa mencurahkan ide kreatif dan konsep yang ingin dilakukan,” papar Wiseto.

Lewat kerja sama ini, ARS University nerharap para mahasiswa bisa mencurahkan ide kreatifnya dan konsepnya ke saluran yang benar ke dunia industri startup. Era industri 4.0 saat ini, menuntut untuk masuk ke dunia digital dan mengimplementasikan program terbaru dari Mendikbud tentang kampus merdeka belajar.

“Kami harus mengimplementasikan ke dalam program-program kedepan bagi mahasiswa punya banyak pilihan sebagai entrepreneur muda, yang harus dibina sejak dini diperguruan tinggi. sebagai luaran dari capaian pembelajaran para mahasiswa juga bisa membuat karya produk yang bisa digunakan oleh masyarakat, pilihannya yakni dunia digital startup,” ujar Wiseto.

Sementara itu, Head of Incubation Indigo Creative Nation Bandung Digital Valley, Johanes Adi Purnama Putra sangat mengapresiasi kunjungan dari ARS University ini. Nantinya akan   ditindaklanjuti dengan kerja sama pembenahan kurikulum yang mengacu pada kebutuhan industri, pemagangan mahasiswa dan lain-lain.

“Pada dasarnya kami sangat terbuka untuk bisa kerjasama dengan ARS University, kedepan kami tak perlu repot-repot lagi mencari kampus untuk keperluan para startup baru. Bahkan bila perlu kampus membuat internal para startup bagi mahasiswa dan kami siap mendukung,” jelasnya.

BDV memiliki konsep workingspace yang enak dan nyaman di mana ruangannya, terinspirasi kantor Googgle ataupun Apple. Tentunya, terdapat sofa empuk berwarna-warni dan konsep ruangan yang hijau memberikan kesan rilek dan sejuk.

“Konsep kami, memang ingin menyamakan dengan Silicon Valley. Jadi di dalam ruangan kerja itu harus dibuat senyaman mungkin, dan nantinya para staf kantor bisa ekspresif dalam berkarya. BDV dan Telkom kini telah memiliki program Digital Inovation Lounge. Program tersebut, ditujukan untuk merangkul startup di berbagai daerah,” kata Johanes. (Krisbianto).**

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR