Seniman Jabodetabek Tuntut Revitalisasi TIM di Moratorium

Nasional

Kamis, 20 Februari 2020 | 07:12 WIB

200220071310-senim.jpg

REVITALISASI kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) mendapat reaksi keras dari kalangan seniman. Mereka mengingatkan jika aspirasi para seniman tidak digubris, bisa membuat gerakan nasional bahkan menempuh jalur hukum.

Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mencabut peraturan gubernur dan meminta untuk dikeluarkannya moratorium revitalisasi kawasan TIM Jakarta Pusat.

Juru bicara seniman yang menggelorakan Save TIM, Tatan Daniel menyatakan, alasan proses pembangunan revitalisasi dihentikan sementara ini bertujuan meminta kejelasan terlebih dahulu dari Pemerintah Daerah.

"Kami minta cabut Pergub, moratorium, duduk bersama seperti apa teather yang dibutuhkan, wisma seni yang dibutuhkan, bukan hotel yang kami butuhkan," kata Tatan di TIM Jakarta Pusat, Rabu 19 Februari 2020.

Ia menyebutkan, para seniman yang setuju moratorium itu ada sekitar 200 orang seniman dari Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor (Jabodetabek). Belum lagi ditambah dari seniman yang mendukung dari Aceh, Medan, terus sampai ke Makassar, Papua.

"Apa sikap yang harus kami lakukan, kami menunggu. Apakah gerakan ini kami buat gerakan nasional, kapan, siap. Karena mereka merasa berkepentingan," katanyad ikutif vivanews Kamis (20/2/2020).

Untuk itu, ia meminta agar masalah revitalisasi duduk bersama dengan berbagai pihak baik dari PT Jakpro, dan juga pihak lain agar lebih jelas masalah ini.

Bahkan pihaknya bisa saja menempuh jalur huum."Kalau masih ada di Pergub, kami bakal gugat ke pengadilan," tuturnya.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR