DPRD Garut Minta Pemerintah Pasang Palang Pintu Otomatis di Jalur Reaktivasi

Daerah

Rabu, 19 Februari 2020 | 22:13 WIB

200219221510-dprd-.jpg

Agus Somantri

Yuda Puja Turnawan, Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan.

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut meminta pemerintah pusat maupun daerah, untuk memasang palang pintu otomatis perlintasan kereta dan rambu-rambu lainnya di jalur reaktivasi kereta api agar warga merasa aman saat melintasi rel.

Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuda Puja Turnawan, mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 94 mengenai pemasangan perlintasan rel kereta api adalah tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat melewati perlintasan kereta api.      

"Apalagi jalur kereta (Cibatu-Garut) ini sudah lama tidak aktif. Jadi pemerintah harus memperhatikan masalah keamanan warga, terutama pintu perlintasan kereta api," ujarnya usai melakukan pengecekan jalur reaktivasi kereta api bersama jajaran pejabat PT KAI dan Bupati Garut di Stasiun Garut, Rabu (19/2/2020).  

Yuda pun berharap, sebelum beroperasinya kereta api Cibatu-Stasiun Garut, sebaiknya jalan untuk kendaraan bermotor yang melintasi rel kereta api sudah terpasang palang pintu otomatis untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.  

"Jelas, kami mendesak pemerintah untuk segera membuat pintu perlintasan kereta api sepanjang jalur reaktivasi. Hal itu untuk kenyamanan dan keamanan warga Garut," ucapnya.

Yuda menyebutkan, alasan utama untuk dibuat palang pintu perlintasan kereta api, karena selama ini warga belum terbiasa dengan keberadaan kereta api di Garut. Sehingga dikhawatirkan akan mengabaikan keselamatannya saat melewati perlintasan kereta api di sepanjang jalur reaktivasi.

"Bayangkan sudah 37 tahun, tentunya warga saat ini belum terbiasa dengan adanya kereta api. Makanya harus dijamin keamanan dan keselamatan warga Garut," ujar Yuda yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Garut, Suherman Mustofa, mengatakan, sedikitnya terdapat 15 titik perlintasan kereta api dari mulai Stasiun Cibatu sampai Garut. Dari 15 perlintasan tersebut, terangnya, 9 (perlintasan) diantaranya tengah dibangun.  

"Sedangkan enam perlintasan lainnya belum dapat dibangun karena adanya di jalan desa," katanya.  

Siapkan petugas khusus
Menurut Suherman, selain membangun perlintasan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga akan menyiapkan petugas khusus yang sudah terlatih untuk menjaga perlintasan kereta api di sepanjang jalur reaktivasi.

Suherman menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan puluhan rambu-rambu yang menginformasikan tentang perlintasan kereta api di wilayah Garut.

"Selain petugas khusus, kami juga sudah menyediakan rambu-rambu, terutama untuk di perlintasan," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR