Reaktivasi KA Cibatu-Garut, Kado Spesial bagi Masyarakat di Hari Jadi ke-207

Daerah

Rabu, 19 Februari 2020 | 20:43 WIB

200219204522-reakt.jpg

Agus Somantri

Masyarakat Garut sangat antusias menyambut kembali beroperasinya jalur kereta Cibatu-Garut saat uji coba kereta di Stasiun Garut, Rabu (19/2/2020).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali melakukan uji coba jalur kereta Cibatu-Stasiun Garut, Rabu (19/2/2020). Uji coba yang dilakukan dengan Kereta Inspeksi 4 itu telah memasuki tahap akhir sejak direaktivasi pada 2018 lalu.  

Uji coba jalur reaktivasi tersebut langsung dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro dan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Pengecekan dilakukan mulai dari Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, sampai Stasiun Garut.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan uji coba kali ini merupakan tahap akhir dari rangkaian uji coba yang dilakukan PT KAI di jalur reaktivasi Cibatu-Garut. Ia pun berharap, jalur tersebut bisa segera dapat beroperasi.

"Di hari jadi yang ke-207 Kabupaten Garut di 2020 ini, PT KAI ingin memberikan kado spesial kepada masyarakat Garut dengan mengoperasikan kembali jalur kereta api Cibatu-Garut," ujarnya saat tiba di Stasiun Garut usai uji coba kereta, Rabu (19/2/2020).

Menurut Edi, jalur kereta Cibatu-Garut awalnya diresmikan tahun 1889 dan merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut itu sendiri. Selain untuk angkutan barang, terang Edi, dulunya jalur itu juga digunakan oleh angkutan penumpang seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.

Hal ini, lanjut Edi, menunjukkan dengan diopeasikannya kembali jalur Cibatu-Garut ini akan bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut dan sekitarnya yang memang dari dulu sudah dikenal akan potensi wisatanya.

"Pengecekan jalur reaktivasi Cibatu-Garut ini untuk memastikan perkembangan terakhir proyek reaktivasi dimana sudah hampir seluruhnya selesai. PT KAI sudah beberapa kali menguji kekuatan jalur agar aman saat dilalui oleh kereta api," ucapnya.

Edi menambahkan, setelah beroperasi, nantinya Stasiun Garut akan dikembangkan menjadi stasiun yang megah dan lengkap. Stasiun Garut akan terdiri dari dua bangunan utama, yaitu sisi utara dan selatan dengan bangunan tiga lantai.

"Selain itu, akan terdapat juga masjid berukuran besar, hotel, bangunan multi fungsi, cafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lainnya," katanya.

Diresmikan Presiden

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebutkan selama ini wilayah Kabupaten Garut banyak dinilai orang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ia juga mengaku, sepanjang perjalanan menggunakan kereta dari Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, hingga Stasiun Garut banyak disuguhkan pemandangan indah berupa kebun jeruk, sawah, dan pegunungan yang masih alami.  

"Tentunya kami berharap kereta ini sebagai bagian untuk menggerakan perekonomian. Kami sangat yakin ini akan berpengaruh (mengembangkan potensi ekonomi)," ucapnya.  

Rudy menyebutkan, peresmian jalur Kereta Cibatu-Garut rencananya nanti akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, presiden Jokowi sendiri yang sangat antusias untuk meresmikan jalur yang memiliki nilai sejarah itu.  

"Kami sudah kirim surat ke Presiden dan beliau juga mau. Tapi belum ada kepastian. Sedang diurus oleh Teten (Menteri KUMKM Teten Masduki)," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR