Mahfud MD Usul Polsek Tak Lakukan Penyelidikan dan Penyidikan

Nasional

Rabu, 19 Februari 2020 | 18:10 WIB

200219180814-mahfu.jpg

dok

Mahfud MD

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD memberi usul kepada presiden agar kepolisian sektor (Polsek) tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan. Proses hukum tersebut cukup dilakukan di tingkat kepolisian resor (Polres) kota/kabupaten.

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat memimpin Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Menurut dia, Polsek cukup menerapkan restorative justice dan menjalankan fungsi pengayoman kepada masyarakat.

"Jangan apa-apa KUHP dan KUHAP sehingga orang mencuri semangka saja dihukum dengan KUHP. Sehingga ada gagasan yang oleh presiden akan diolah agar Polsek itu kalau bisa tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan. Tapi dia membangun ketertiban, keamanan, pengayoman masyarakat," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, selain sebagai Menkopolhukam, Mahfud juga bertindak sebagai Ketua Kompolnas. Menurut dia, usulan agar Polsek tidak menangani perkara hukum datang dari kajian Kompolnas.

"Kompolnas itu sebuah lembaga yang dibentuk untuk beri usulan kebijakan kepada presiden. Untuk perbaiki atau membuat kinerja Polri itu baik. Dan sekarang kami sampaikan ke presiden. Karena ketua Kompolnas itu Menkopolhukam," tuturnya seperti ditulis wartawan "PR", Dhita Seftiawan.

Ia menjelaskan, presiden masih mempertimbangkan usulan dari Kompolnas. Menurut dia, restorative justice saat ini belum diterapkan dengan baik karena penegakan hukum hingga tingkat terendah seperti Polsek masih mengedepankan penindakan.

"Karena Polsek ini sering pakai sistem target. Kalau tidak menemukan kasus pidana lalu dianggap tidak bekerja. Lalu yang kecil-kecil yang harusnya diselesaikan dengan restorative justice, perdamaian, dan kekeluargaan, itu lebih ditonjolkan. Seharusnya itu yang ditonjolkan sehingga Polsek tidak cari-cari perkara," jelas mantan Ketua MK ini.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR