Jabar Merasa Dirugikan, PB Peparnas 2020 Coret Cabor Voli Duduk dan Goal Ball

Sport

Rabu, 19 Februari 2020 | 17:56 WIB

200219175701-jabar.jpg

dok

PENGURUS Besar Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI tahun 2020 di Papua mencoret dua cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sebelumnya, tuan rumah Papua sudah menyatakan kesiapan menggelar 14 cabang olahraga di Peparnas XVI/2020 tapi akhirnya hanya mempertandingkan 12 cabor.

Awalnya, 14 cabor tersebut yakni bola voli duduk, catur, goal ball, Sepak bola CP 5 slide, tenis lapangan kursi roda, tenis meja, tenpin bowling, atletik, bulu tangkis, judo, panahan, renang, angkat berat, dan satu cabang olahraga baru yakni bocci. Ketua Umum National Paralimpik Comittee (NPCI) Jabar, Supriatna Gumilar mengatakan dua cabor yang dicoret adalah bola voli duduk dan goal ball.

"Ya, sekarang cabor yang dipertandingkan jadi 12 setelah goal ball dan voli duduk dicoret karena Papua tidak siap," ujarnya, di Bandung Rabu (19/2/2020).

Dengan pencoretan dua cabang olahraga tersebut, kata dia, pihaknya dengan terpaksa membubarkan tim goal ball dan bola voli duduk yang sudah menggelar sentralisasi latihan Pelatda sejak Januari 2020 lalu. Sebanyak 31 orang di dua cabang olahraga tersebut kemungkinan batal membela Jabar di ajang Peparnas XVI/2020.

"Tapi untuk atlet, kita beri kesempatan mereka untuk memilih dari 12 cabang olahraga yang masih dipertandingkan di Peparnas XVI. Kalau berprestasi dan menunjukkan performa menjanjikan, mereka bisa saja masuk dalam tim inti NPCI Jabar. Sebaliknya, jika tidak bisa menunjukkan prestasi maka mereka akan kita coret karena di tim pelatda saat ini masih diberlakukan promosi degradasi hingga Juli 2020 mendatang," tuturnya seperti ditulis wartawan "PR", Miradin Syahbana Rizky.

Pencoretan dua cabang olahraga tersebut, diakui Supriyatna, memang sangat merugikan Jawa Barat karena kehilangan dua potensi emasnya. Sebab, pada Peparnas 2016 Jabar mendulang emas dari voli duduk dan goal ball.

"Kalau dua cabang olahraga itu dipertandingkan, kita cukup yakin medali emas jadi milik kita. Itu karena, empat tahun lalu emasnya kita sabet," katanya.

Meski demikian, menurut Supriatna, Jabar tetap optimis bisa mempertahankan juara umum di Peparnas 2020. Pasalnya, dua cabor itu tidak terlalu berpengaruh signifikan pada target pencapaian medali emas kontingen NPCI Jabar di Peparnas XVI/2020.

"Kita akan genjot cabang olahraga yang memang memperebutkan banyak medali emas seperti di atletik dan renang untuk menambah kehilangan medali emas dari dua cabang olahraga tersebut,” katanya.

Setelah penetapan tim inti NPCI Jabar untuk Peparnas XVI/2020 pada Juli 2020, Supriyatna mengaku tidak akan menahan atletnya untuk membela provinsi lain selama mekanisme dan aturan mutasi ditempuh. Pasalnya, pihaknya ogah menghambat atlet untuk bisa berlaga di Peparnas XVI saat kesempatan itu ada.

"Setidaknya, mereka akan punya pengalaman berlaga di Peparnas XVI meski tidak membela Jabar. Sudah banyak provinsi yang mengincar atlet kita seperti tuan rumah Papua, Kaltim, Kalsel, Jatim, serta beberapa provinsi di Pulau Sumatera. Tapi nanti setelah penetapan tim inti," tuturnya.

Terkait estimasi target untuk bisa mempertahankan gelar juara umum, Supriyatna mengaku jika pihaknya sudah menghitung peluang-peluang dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di Peparnas XVI/2020. Termasuk cabang olahraga yang diproyeksikan sebagai lumbung medali emas bagi kontingen NPCI Jabar.

"Kalau dari estimasi kita, bisa meraih 30 persen daroi total nomor yang dipertandingkan itu sudah dipastikan bisa meraih juara umum. Hitungan kita di angka 130-150 medali emas, sudah pasti juara umum. Kalau pesaing, Jawa Tengah dan tuan rumah Papua," katanya.

Seperti diketahui, Jabar berhasil menjadi juara umum Peparnas XV tahun 2016 dengan raihan 177 medali emas, 104 perak, dan 74 perunggu. Mengalahkan Jawa Tengah yang harus puas di posisi runner up dengan raihan 68 medali emas, 74 perak, dan 57 perunggu.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR