Jabar Salah Satu Provinsi Tercepat Soal Penurunan Kemiskinan di Indonesia

Bandung Raya

Rabu, 19 Februari 2020 | 15:20 WIB

200219152232-jabar.jpg

KETUA Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden RI, M. Arif Tasrif mengatakan, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan penurunan kemiskinan yang cukup cepat di Indonesia.

"Setelah semua faktor kita evaluasi. Kita masukan hasilnya menjadi bahan yang tidak cuma Jabar, tapi semua daerah di Indonesia bisa mengambil pelajaran dari Jabar," ungkapnya di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).

Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat mengalami penurunan sekitar 23,27 ribu jiwa. Dari 3,40 juta jiwa (6,91 persen) pada Maret 2019 menjadi 3,38 juta jiwa (6,82 persen) pada September 2019.

Oleh karena itu, menurutnya diperlukan sinergi pemerintah pusat dengan Pemda Provinsi Jabar, dalam percepatan penanggulangan kemiskinan menguat.

"Ini khususnya untuk mengidentifikasi, kira-kira apakah fokus program yang sekarang dijalankan pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat," tuturnya.

Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, Pemda Provinsi Jabar terus berinovasi dalam penanggulangan kemiskinan dengan meluncurkan sejumlah program inovatif. Seperti Desa Juara yang mempunyai tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa.

Dikatakannya dari tiga pilar tersebut, pihaknya telah meluncurkan sejumlah program unggulan. Mulai dari BUMDes Juara, Jantung (Jembatan Gantung) Desa, sampai Patriot Desa. Program-program tersebut, dirancang untuk memangkas ketimpangan ekonomi masyarakat pedesaan dengan perkotaan.

"Intinya, kita selalu harapkan ada progres penurunan angka kemiskinan, dimana keluarga miskin tidak bertambah, dan inilah salah satu tanggung jawab pemerintah yakni mengentaskan kemiskinan," terangnya.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar mendorong kepesertaan BPJS, membentuk Jabar Quick Respons (JQR), Layad Rawat, Rutilahu, dan menggratiskan SPP bulanan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) serta program beasiswa.

"Pemda Provinsi Jabar membantu masyarakat Golekmah (Golongan Ekonomi Lemah), fokus terhadap dunia pendidikan. Karena dengan pendidikan hebat pola pikir seseorang akan berubah, dan diharap bisa meningkatkan taraf hidup," ucapnya.

Uu menambahkan sinergi yang kuat antara Pemda Provinsi Jabar dan pemerintah pusat, menjadi kunci percepatan penanggulangan kemiskinan.

"Kalau di pusat tadi dikatakan ada sembilan kementerian terkait, maka kita juga akan melibatkan berbagai unsur demi mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat," tutupnya.(rio)**

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR