Penghijauan Upaya Menyelematkan 24 Mata Air di Gunung Jayagiri

Bandung Raya

Rabu, 19 Februari 2020 | 15:07 WIB

200219151014-pengh.jpg

Dicky Mawardi

SEBANYAK 14 mata air yang berada di kawasan hutan lindung Gunung Jayagiri, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat selalu mengalami penurunan debit air setiap musim kemarau. Sehingga berpengaruh besar terhadap kebutuhan air bersih warga Jayagiri.
 
"Di sekitar hutan lindung Gunung Jayagiri terdapat sekitar 24 mata air yang digunakan selama ini oleh warga 10 RW di Desa Jayagiri dan sekitarnya untuk kebutuhan sehari-har.  Namun yang stabil debit airnya hanya 10 mata air," kata Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lembah Harapan Adi Sutriatna di Lembang, Rabu (19/2/2020).
Adi mengatakan, penurunan debit air yang keluar dari 14 titik mata air selalu terjadi pada musim kemarau. Seperti yang terjadi pada kemarau panjang tahun 2019.
"Air masih tetap keluar, namun sangat kecil. Tidak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan.  Apalagi sekarang pertumbuhan penduduk sangat pesat sedangkan ketersediaan sumber air bersih kian terbatas," tuturnya.
 
Menurutnya, agar 14 mata air dapat terjaga debitnya diperlukan penghijauan di kawasan Gunung Jayagiri, terutama daerah sekitar sumber mata air. Rencananya LMDH setiap tiga bulan sekali akan melakukan aksi penanaman pohon di sana.
"Sebenarnya di titik mata air kondisi alamnya relatif masih terjaga. Tapi LMDH akan lebih menghujaukan lagi kawasan yang berada di sekitar mata air," paparnya. 
Penanaman bibit pohon dimulai di blok Jayagiri petak 58. Di lokasi tersebut terdapat 6 titik mata air yang mengalir ke perkampungan penduduk Desa Jayagiri. 
Jenis pohon yang ditanam adalah kayu manis, bungur dan sebagainya. Penanaman pohon melibatkan Perhutani KPH Bandung Utara,  aparat kepolisian dari Polsek Lembang dan unsur masyarakat. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR