Acha..

Bantah Sembunyikan Kawasan Kumuh, Trump Datang India Mendadak Bangun Tembok Anti-Slum

Dunia

Rabu, 19 Februari 2020 | 14:13 WIB

200219141340-acha-.jpg

dailymail

Jelang kunjungan resmi kenegaraan ke Negeri Bollywood, akhir pekan mendatang Presiden AS Donald Trump menyebut sedikitnya tujuh juta warga India bakal menyambutnya.

Mereka dijanjikan Perdana Menteri Narendra Modi siap mengiringi dan menghadiri puncak pertemuan di Stadion Motera, stadion kriket terbesar yang berlokasi di Ahmedabad.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (19/2/2020) tak hanya menyiapkan massa, demi menyempurnakan kunjungan Trump bersama First Lady Melania ini Modi memerintahkan pembangunan tembok untuk menutupi pemandangan kawasan kumuh atau slum yang ikut dilintasi sepanjang jalur kunjungan kepresidenan.

Trump goes to India.

Namaste Trump.

Soal jutaan warga yang siap menyambut dikatakan Trump  dijanjikan Modi dalam pembicaraan terakhir keduanya. Hubungan Washington D.C. dan New Delhi belakangan sedikit terganggu oleh kebijakan perdagangan yang disebut Trump merugikan Amerika.

"Kita tidak diperlakukan dengan baik oleh India, tapi saya sangat menyukai perdana menteri Modi," ujar Trump kepada reporter sebelum melakukan perjalanan empat hari ke West Coast.

“Dia mengatakan tujuh orang akan menyambut antara bandara dan tempat pertemuan. Stadion ini masih setengah jadi tapi akan menjadi stadion terbesar di dunia. Ini sangat menarik.. akan ada sekitar tujuh juta orang di sana. Ini sangat menarik," lanjutnya.

Under construction.

Stadion Motera, stadion kriket terbesar di India.

Amerika dan India sebelumnya terlibat perselisihan perdagangan yang diharapkan Trump selesai sebelum pemilihan umum November mendatang. Perjalanan ke India juga menjadi cara Trump menarik simpati puluhan ribu warga India-Amerika.

Dalam kunjungan pertama Trump bersama Melania Trump ke India ini, Modi rupanya meminta sang tamu ikut meresmikan Stadion Motera. Pertemuan dilakukan atas undangan India dan digelar di kota yang dikenal sebagai basis dukungan Modi.

Untuk memuluskan semua termasuk pemandangan sepanjang perjalanan menuju stadion, tembok setinggi hampir 500 meter pun dibangun di sejumlah titik.  Tembok yang kini mulai dihiasi mural itu bakal menutupi sejumlah kawasan kumuh yang ditinggali setidaknya 2.000 warga miskin.

Howdy Modi di Houston tahun lalu.

Membalas penerimaan Modi di Amerika yang ikut tampil pada kampanye Trump dalam even bertema “Howdy Modi”, Trump pun akan “dijamu” dengan even bertajuk “Namaste Trump” atau Selamat Datang  Trump. Kampanye bersama Trump dan Modi di Houston, September lalu tercatat dihadiri 50 ribu simpatisan Republik.

Ketegangan antara AS dan India meningkat sejak Trump memberlakukan tarif baja dan aluminium dari India yang merespons dengan pemberlakuan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang pertanian dari AS, termasuk pembatasan perangkat medis asal Amerika.

Pemerintahan Trump  kembali membalas dengan mengeluarkan India dari program perdagangan preferensial yang telah berlangsung dalam dekade. “Kita bisa mencapai kesepakatan perdagangan dengan India.. Kita akan melakukan kesepakatan dagang yang sangat besar. Kita belum tahu apakah ini mungkin dilakukan sebelum pemilu tapi semua hanya masalah wakku,” papar Trump.

Beres dalam sepekan.

Sementara itu pejabat senior India, Bijal Patel kepada Associated Press mengatakan pembangunan tembok menjelang kedatangan Trump dan Melania dilakukan untuk alasan keamanan, bukan pencitraan atau menutupi kawasan kumuh.  “Tapi selain alasan keamanan, tembok sengaja dibangun untuk keindahan dan kebersihan kota,” ujarnya.

Well, beda-beda tipis, no...?

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR