Pengembang Perumahan Rusak Situs Melangse, Sultan Sepuh Lapor ke Wali Kota

Daerah

Rabu, 19 Februari 2020 | 13:32 WIB

200219133550-penge.jpg

whatsapp

AKSI pengrusakan kawasan bersejarah (cagar budaya) terjadi Keraton Kasepuhan Cirebon. Pengrusakan terjadi di kawasan Petilasan Sultan Matangaji yang merupakan wewengkon Keraton Kasepuhan Cirebon yang dilakukan oleh Pengembang Perumahan Dua Mata, dengan membongkar dan merusak bangunan Situs Melangse, berupa bangunan bata merah dan sumur kuno.

Atas aksi pengrusakan tersebut, pihak Keraton Kasepuhan melaporkan kejadian ini ke Wali Kota Cirebon melalui surat bernomor 006/SU/SSIV/II/2020 perihal Laporan Pengrusakan Petilasan Sultan Sepuh V/ Sultan Matangaji Wewengkon Keraton Kasepuhan Cirebon, tertanggal 18 Februari 2020. Namun hingga kini, laporan tersebut belum mendaoat tanggapan dari pihak Wali Kota Cirebon.

Selain melaporkan ke Wali Kota Cirebon, menurut Sultan Sepuh XIV P.R.A Arief Natadingrat SE laporan tersebut sudah diteruskan ke pihak Polres Cirebon dan minta dilakukan upaya hukum.

Atas kasus ini, pihak Keraton Kasepuhan Cirebon melalui Sultan Sepuh XIV lewat siaran persnya, Rabu (19/2/2020) menyatakan hal-hal berikut :
Bahwa pperjuangan Sultan Sepuh V/Sultan Matangaji didalam memerangi penjajah Belanda pada abad 18 Masehi yang merupakan sejarah perjuangan rakyat Cirebon yang harus dibuat kajian sejarah berdasarkan literasi.

Selain itu, bukti bukti dari perjuangan Sultan Matangaji berupa, batu bata, sumur
kuno, goa tirai dapat dipelihara dengan baik sebagai monumen sejarah perjuangan Rakyat Cirebon memeragi penjajah.

Sultan sepuh pun meminta semua pihak mulai dari pemerintah dan masyarakat wilayah cirebon hendaknya tahu akan sejarah Cirebon.

"Pembangunan-pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah ataupun oleh pihak swasta yang bersinggungan dengan petilasan/situs/cagar budaya hendaknya berkoordinasi dengan pihak Keraton Kasepuhan, ahli sejarah dan pihal pihak yang berkopenten," ujar Sultan.

Sebaiknya tambah Arief, situs petilasan dijaga/dirawat/diberi batas agar tetap ada sebagai monumen perjuagan Cirebon.

"Laporan ini disampaikan sebagai wujud tanggung jawab kami sebagai pemangku amanat di Keraton Kasepuhan Cirebon," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR