Digelar di Stadion Attaturk Mei Mendatang, Istanbul 20 Menanti (Siapa pun) Finalis Liga Champions

Soccer

Rabu, 19 Februari 2020 | 13:15 WIB

200219131509-digel.jpg

dailymail

Babak 16 Besar Liga Champions resmi bergulir semalam. Siapa yang bakal berjumpa di laga puncak di Istanbul Turki, masih harus ditunggu. Tapi satu hal yang pasti semua pertandingan menuju final menggunakan bola unik yang sama. Bagian dari logistik UEFA ini dibuat Adidas dengan desain tak biasa.

Dikutip dari DailyMail kemarin, bola yang semalam menjebol gawang Liverpool kala berjumpa Atletico Madrid di laga tandang itu dinamai Istanbul 20. Tentu saja menandai tahun dan lokasi final.

Istanbul 20: spot the Bosporus.

Menuju puncak.

Yang membuatnya istimewa, bola menampilkan peta kota bersejarah Turki yang merupakan hasil lukisan tangan.  Stadion Ataturk di Istanbul siap menjamu dua finalis pada 30 Mei mendatang.

Istanbul 20 tidak hanya akan digunakan untuk fase 16 Besar saja. Semua laga knock-out dalam kampanye menuju final yang dimulai dengan 16 pertandingan Selasa malam menggunakan bola yang sama.

Unik dengan peta kota Istanbul.

Ditunggu di Istanbul.

Para ternyata sejumlah pemain mendapat kesempatan untuk mencobanya lebih dulu. Di antara skuad PSG kala melakukan sesi latihan di Stadion Westfalen Dortmund. Kylian Mbappe dan Neymar masuk daftar bintang lapangan hijau yang lebih dulu merasakan seperti apa spesifikasi Istanbul 20.

UEFA mengklaim Istanbul menjadi bola yang sarat nilai kultur, termasuk seni. Ini terlihat dari disertakannya  peta kota hasil lukisan tangan. Termasuk di dalamnya siluet selat Bosporus. Sementara palet ungu yang mencolok terinspirasi bayangan matahari terbenam di kota-kota Turki.

Neymar dan Mbappe beruntung mencoba lebih cepat.

Dari segi teknologi, Adidas mengklaim Istanbul 20 akan membantu para bintang bola tampil maksimal. Lapisan tekstur luar bola misalnya memungkinkan  kontrol yang lebih oke, sementara panel bintang yang terikat termal menjadikan permukaannya mulus dan membantu sentuhan pertama yang lebih baik.

Baiklah..

 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR