Penyuap Bupati Indramayu Dituntut 2,5 Tahun Bui

Meja Hijau

Rabu, 19 Februari 2020 | 12:45 WIB

200219124259-penyu.jpg

Darma Legi

TERDAKWA penyuap Bupati Indramayu, Carsa ES (kanan) menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020). Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 2, 5 tahun, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan 3 bulan. Yang dinyatakan terbukti menyuap Bupati Indramayu Supendi.

PENUNTUT Umum (PU) KPK menuntut Direktur CV Agung Resik Pratama (ARP) Carsa ES dengan hukuman penjara selama 2,5 tahun, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan 3 bulan. Terdakwa dianggap terbukti bersalah menyuap Bupati Indramayu Supendi. 

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap terhadap Bupati Indramayu Supendi senilai Rp 3,6 miliar, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Rabu (19/2/2020). Sidang yang dipimpin I Dewa Gd Suardhita berlangsung di ruang utama.  
Dalam amar tuntutannya, PU KPK Kiki Ahmad Yani memohon majelis hakim yang menangani perkara agar menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan kesatu.
"Menuntut Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan tiga bulan," kata PU KPK dalam amar tuntutannya. 
Sebelumnya, PU KPK juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Yang memberatkan perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tidak pidana korupsi, dan pernah dihukum. 
Sementara hal meringankan, terdakwa kooperatif, sopan dan terus terang akan perbuatannya, menyesal, dan membantu mengungkap peranan pelaku lainnya.
Atas tuntutan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya akan mengajukam pleidoi. Sidang ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan. 
Dalam urainnya, PU KPK memaparkan, terdakwa pada Januari 2019 hingga Oktober 2019 telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan kejahatan, baik memberi atau menjanjikan sesuatu. 
"Yakni beberapa kali memberikan uang kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara," tuturnya.
Menurut PU KPK, suap diberikan dengan maksud agar Supendi memberikan pekerjaan di lingkungan Pemkab Indramayu kepada terdakwa. Pekerjaan yang dimaksud yaitu proyek infrastruktur di bawah Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.
Seperti diketahui, perkara ini terungkap setelah KPK melakukan OTT dan menyita uang tunai Rp 685 juta. Selain Carsa, KPK menjerat Bupati Indramayu nonaktif Supendi, Kepala Dinas PUPR Omarsyah dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono sebagai tersangka.
Omarsyah diduga turut menerima uang Rp 350 juta pada kurun waktu Juli-September 2019 dan sebuah sepeda lipat merek NEO seharga Rp 20 juta. Sementara  diduga menerima Rp 560 juta selama lima kali pada bulan Agustus dan Oktober 2019.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR