Warga Cimahi Serbu OPM Bawang Putih

Bandung Raya

Rabu, 19 Februari 2020 | 10:03 WIB

200219100707-warga.jpg

Laksmi Sri Sundari

OPERASI pasar murah (OPM) yang menjual komoditi bawang putih di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi, Rabu (19/2/2020) diserbu warga. Mereka rela antre untuk mendapatkan bawang putih dengan harga relatif murah, yang disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan galamedianews.com, sebelum pelaksanaan OPM, warga sudah berkumpul di depan pasar yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi ini. Begitu mobil truk yang membawa bawang putih ini tiba sekitar pukul 06.00 WIB, langsung diserbu warga. Mereka dengan tertib antre untuk mendapatkan bawang putih yang sudah dikemas dalam plasik kresek.

Pelaksanaan OPM bawang putih, karena melambungnya harga bumbu dapur ini sejak beberapa minggu terakhir. Saat ini bawang putih di pasar tradisional termasuk di Kota Cimahi, dijual dengan harga Rp 60 ribu/kg.

OPM yang dijual di PAB tak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, namun juga disediakan untuk para pedagang bawang putih.

Kepala Seksi (Kasi) Bahan Pokok Barang Penting, Bidang Perdagangan Disperindag Jabar, M. Khairi menjelaskan, OPM bawang putih tersebut untuk menekan harga jual di pasaran.

"Tujuannya untuk menstabilkan harga. Satgas Pemprov Jabar akhirnya membantu Pedagang dan masyarakat agar harga bawang turun. Di OPM ini bawang putih kita jual Rp 28 ribu/kg," ujarnya disela kegiatan.

Menurut Khairi, bawang yang disediakan pada OPM di PAB ini berasal dari gudang penyimpanan di Karawang, yang diimpor dari Cina oleh importir Surabaya.

"Hasil sidak Satgas Pemrpov itu menemukan ada stok 150 ton bawang di gudang Karawang. Setelah koordinasi, akhirnya stok bawang itu digulirkan ke masyarakat dengan sistem OPM. Untuk di Cimahi ini disediakan 7 ton," jelasnya.

Berdasarkan hasil analisa di lapangan, pihaknya menyebut salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan harga bawang, yakni disetopnya impor bawang dari Cina setelah merebaknya virus corona.

"Karena bawang di kita mayoritas dari Cina, setelah disetop transaksi bawang antara Indonesia dengan Cina, jadi melonjak. Sebetulnya makelar juga riskan melakukan penimbunan, karena bawang itu menyusut kiloannya dan gampang membusuk," bebernya.

Enung (53), salah seorang warga mengaku merasa terbantu dengan adanya OPM  ini. Apalagi harga bawang putih masih mahal.

"Alhamdulillah ada OPM ini jadi terbantu disaat harganya naik. Disini harganya Rp 28 ribu/kg, kalau dipasaran Rp 60 ribu/kg. Saya beli 1 kg untuk stok," ujar warga RW 25 Kelurahan Cibabat

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR