Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkot Bandung Gelar Napak Tilas

Kabar Balai Kota Bandung

Rabu, 19 Februari 2020 | 08:42 WIB

200219084330-hari-.jpg

Humas Setda Kota Bandung

Kamalia Purbani

MEMPERINGATI Hari Peduli Sampah Nasional, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung menggelar napak tilas, Rabu (19/2/2020) pagi ini.  Tahun ini, DLKH Kota Bandung akan memperingati dan bukan merayakannya.

“Kita akan lebih bercermin dan berkomitmen terutama lebih mengintensifkan dan membumikan Gerakan Kang Pisman. Untuk itu maka tema ‘Refleksi Lima Belas Tahun TPA Leuwigajah 2005-2020’ dengan tagline ‘Diperingati Tapi Bukan Untuk Terulang Kembali' sangatlah tepat,” ujar Kepala DLHK Kota Bandung, Kamalia Purbani kepada Humas Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Rangkaian kegiatan yang bakal dilaksanakan di antaranya pameran foto, pemutaran film, diskusi dan talkshow, serta napak tilas ke TPA Sarimukti dan eks TPA Leuwigajah.

“Acara puncak kami rencanakan berupa seremonial dan peresmian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) terpadu di Pendopo Kota Bandung oleh Bapak Wali Kota Bandung,” kata Kamalia.

Salah satu rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah napak tilas perjalanan ke TPA Sarimukti dilanjutkan ke eks TPA Leuwigajah. Melalui kegiatan ini DLKH Kota Bandung mengajak kepada perwakilan warga Kota Bandung dari 30 Kecamatan, untuk bisa melihat langsung dampak yang diakibatkan dari pengelolaan sampah yang saat ini secara umum masih dilakukan.

“Hampir 70 % sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti saat ini bersumber dari sampah Kota Bandung yaitu lebih kurang 1300 ton per hari,” paparnya.

Menurut Kamalia, hal ini menunjukkan sebenarnya kondisi bersih yang sudah ada dan dirasakan di wilayah Kota Bandung, masih berupa memindahkan masalah apabila hanya dilakukan kegiatan pengangkutan sampah.

Melalui kegiatan napak tilas ini juga semua peserta kegiatan dapat melihat bagaimana sebenarnya teknis operasional yang dilaksanakan di TPA Sarimukti yang sampai saat ini belum ada teknologi yang diterapkan untuk mengolah dan memproses sampah lebih lanjut.

“Jika kondisi ini terus menerus dilakukan, maka lama kelamaan kondisi TPA Sarimukti akan penuh juga, sehingga kejadian tutupnya TPA sebagimana halnya dulu pada saat eks TPA Leuwigajah longsor akan terulang kembali dan Kota Bandung menjadi Lautan Sampah dapat terjadi kembali,” ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR