Enam Desa Terancam Kekurangan Air, Sungai Cibanyuwangi Tasikmalaya Tertutup Longsor

Daerah

Selasa, 18 Februari 2020 | 18:13 WIB

200218181408-enam-.jpg

Septian Danardi

Tim gabungan membersihkan material tanah longsor yang menutupi saluran irigasi dan Sungai Cibanyuwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

TEBING setinggi 50 meter di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk. Sehingga material tanah longsor akibat ambruknya tanah tebing itu menutupi saluran irigasi.

Warga pemilik tanah pertanian dan kolam ikan di enam desa di wilayah Kecamatan Cisayong, merasa khawatir sawah dan perkebunan serta kolam ikan, tidak ada pasokan air.

"Intensitas hujan tinggi dalam beberapa minggu ini, selain itu kontur tanah labil setelah kemarau panjang sehingga saat diterjang volume air yang deras terjadi longsor," demikian kata Plt. Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nur Adidin, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, longsor terjadi pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Tebing setinggi 50 meter dan lebar 208 meter ambruk dan menutup saluran irigasi. Saat kejadian hujan masih cukup deras sehingga tidak ada yang berani ke lokasi. Namun memantau dari kejauhan agar tidak memakan korban.

Pasalnya, dikhawatirkan longsor susulan akan terjadi, karena air hujan yang terus mengguyur kawasan lokasi semakin deras. "Selain saluran irigasi, area perkebunan dan persawahan juga ada yang tertutup material longsoran," katanya.

Camat Cisayong Yayat Supriyatna mengatakan, longsor dikarenakan hujan deras dan kondisi tanah labil di sekitaran tebing Cibanyuwangi. Material tanah menutup sungai Cibanyuwangi tepatnya di Kampung Dawuan RT 01/RW 01 Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong. Saluran sungai Cibanyuwangi tersebut digunakan warga enam desa untuk pengairan sawah dan kolam juga perkebunan.

Pasca kejadian longsor ini, BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur Muspika Cisayong, TNI, Polri dan warga melakukan evakuasi material longsoran. Sebab, jika terus dibiarkan dikhawatirkan akan mengganggu pengairan ke areal pertanian warga.

Dikatakan Yayat, material longsoran menimbun saluran irigasi dan Sungai Cibanyuwangi. Kedua saluran tersebut merupakan saluran utama untuk mengairi kolam dan pesawahan di enam desa, yaknu Desa Santanamekar, Cisayong, Sukajadi, Sukaraharja, Sukasukur dan Jatihurip.

"Saat tim gabungan bersama masyarakat bergotong-royong guna menyingkirkan material longsoran tanah dan batu. Agar aliran air ke kolam dan area persawahan di enam desa tidak terganggu," katanya.

Sementara itu, Danramil Cisayong Kapten Inf. Handriyono menyebutkan, anggota TNI diterjunkan dan menjadi garda terdepan dalam mengatasi bencana alam. Hal ini sebagai kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Namun akibat diterjang longsor, dua tiang listrik roboh dan menimpa dua rumah warga. Rumah warga bagian depan mengalami kerusakan meski tidak terlalu parah. Diperkirakan kerugian rusak rumah itu mencapai jutaan rupiah.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi ke pihak PLN untuk segera melakukan pemasangan tiang listrik yang roboh. Untuk tim gabungan yang diterjunkan, lanjut Handriyono, yakni  TNI 18 personel, Polri 7 personel, BPBD Kabupaten Tasikmalaya 12 orang, relawan 30 orang, perangkat desa 17 orang dan juga dari masyarakat sebanyak 40 orang.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR