Calon Jemaah Haji Asal Kota Cimahi Mulai Jalani Tes Kebugaran

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 17:42 WIB

200218174331-calon.jpg

Laksmi Sri Sundari

Calon jemaah haji asal Kota Cimahi yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, menjalani tes kebugaran di halaman gedung Cimahi Technopark, Jln. Baros, Selasa (18/2/2020).

CALON jemaah haji asal Kota Cimahi yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, mulai menjalani tes kebugaran yang berlangsung di area halaman gedung Cimahi Technopark Jln. Baros, Selasa (18/2/2020). Hal itu dilakukan untuk menilai ketahanan dan kekuatan fisik seseorang, yang hendak menjalankan rukun Islam kelima ini.

Tes kebugaran yang diselenggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi ini menggunakan 2 metode, rockport walking test, yakni jalan cepat dan konstan dengan jarak 1,6 kilometer untuk calon jemaah haji yang sehat, serta six minute walking test, yakni berjalan selama 6 menit dan diukur jarak tempuhnya untuk calon jemaah haji yang masuk risiko tinggi (risti).

Setiap calon jemaah haji mendapatkan Kartu Menuju Bugar (KMB). Hasil tes kebugaran itu dituliskan di KMB dalam bentuk grafik. Diharapkan akan ada kenaikan grafik yang menunjukkan tingkat kebugaran jantung dan paru. Mengingat tes kebugaran ini sangat baik untuk menilai sekaligus meningkatkan kinerja jantung, paru-paru, dan otot.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako mengatakan, tes kebugaran ini dilaksanakan tiga hari yang dibagi per kecamatan.

"Hari ini tes kebugaran bagi calon jemaah haji asal Kecamatan Cimahi Tengah dengan sasaran 140 orang, besok Kecamatan Cimahi Utara 172 orang, lusa Kecamatan Cimahi Selatan sasarannya 223 orang. Lokasinya sama di sini (Technopark)," ujarnya ditemui di sela kegiatan.

Dijelaskan Dikke, dalam metode rockport ini, para calon jemaah haji yang sebelumnya dinyatakan sehat, berlari sejauh 1.600 meter dan dicatat waktu tempuhnya.

"Bagi yang tidak mampu, tes kebugaran yang digunakan dengan metode six minute walking test, yaitu berjalan selama 6 menit dan diukur jarak tempuhnya," katanya.

"Six minute walking test ini kebanyakan diikuti oleh calon jemaah haji yang masuk lansia dan risti, yakni umurnya di atas 60 tahun, menderita keluhan jantung, post stroke, dan syaraf kejepit," sambung Dikke.

Sebelum menjalankan tes kebugaran, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengukur tekanan darah dan denyut nadi, serta riwayat penyakit.

Kemudian pemanasan dengan peregangan seluruh tubuh terutama otot-otot tungkai. Setelah selesai menjalani tes, kembali diperiksa tensi darah dan denyut nadinya untuk membandingkan dengan sebelum dilakukan tes.

"Untuk membedakan yang risti dan sehat dilihat dari nomor dadanya. Yang risti warnanya biru, yang sehat hijau," ucap Dikke.

Apabila dari hasil tes kebugaran  tersebut ternyata calon haji yang bersangkutan kurang bugar, maka petugas akan menganjurkan kepada yang bersangkutan untuk melatih kebugaran.

"Bisa dilakukan latihan aerobik seperti jalan santai, jalan cepat, joging, bersepeda, renang, dan sebagainya. Itu harus rutin dilakukan. Mumpung masih ada waktu cukup panjang," ucapnya.

"Buat jemaah risti yang berangkat haji nanti, petugas kesehatan haji yang memantau lebih inten," tambahnya.

Ia juga berharap, sebelum berangkat ke Tanah Suci, para calon jemaah haji sudah bisa menilai tingkat kebugaran tubuhnya. Sehingga, bisa mempersiapkan diri dengan matang, agar saat menunaikan ibadah haji bisa lancar dan terlaksana semua rukun wajib hajinya dengan tertib.

"Kami sarankan untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat, serta berlatih fisik, terutama jalan kaki," tutup Dikke.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR