Cina Dinilai Jadi Penyuplai Terbesar Narkoba ke Indonesia

Nasional

Selasa, 18 Februari 2020 | 17:43 WIB

200218174320-cina-.jpg

ntmcpolri.info

ilustrasi

INDONESIA hingga saat ini masih menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol. Mirzal Alwi, mengungkap negara-negara yang paling banyak memasok narkoba ke Indonesia.

Menurut Mirzal, Cina merupakan salah satu negara terbesar yang menyuplai narkoba jenis sabu ke Indonesia. Hal itu disampaikan Mirzal pada acara bimbingan teknis di lingkungan pemerintah dalam rangka pengembangan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat pada 2020, di Sungailiat, Selasa (18/2/2020).

"Selain Cina, negara pemasok nakorba terbesar lainnya berasal dari Taiwan dan masih terdapat belasan negara lainnya yang melakukan tindak pelanggaran hukum," jelasnya.

Seperti Singapura, lanjut Mirzal, turut menjadi penyuplai barang haram tersebut meskipun dari negara tersebut bukan sebagai produsen.

"Besarnya permintaan narkoba di Indonesia termasuk jaringan pengederaannya, mengakibatkan tindak pelanggaran hukum ini sulit ditaklukkan," jelasnya.

Ia menilai, adanya unsur sengaja meregenerisasi pangsa pasar yang dilakukan oleh jaringan, sehingga terkesan jaringan pelaku ingin selalu eksis bisnis haramnya.

"Para jaringan narkoba memanfaatkan 10 persen dari hasil kekuatan penjualan narkoba itu untuk membiayai regenerasi pangsa pasar, hal itu yang menjadikan para pengguna narkoba di Indonesia tidak terputus," katanya.

Sebagai langkah pencegahan, dia menjelaskan institusinya telah memprioritaskan pada tahun 2020 untuk melakukan pencegahan. Pencegahan akan digalakkan mulai dari lingkup terkecil masyarakat, yakni dalam lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

"Salah satu upaya pencegahan adalah pelaksanaan kegiatan seperti ini. Sosialisasi, bimbingan teknis, dan kegiatan lainnya yang bersifat memberikan edukasi kepada masyarakat luas terkait bahaya narkoba," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR