Program Pemagangan ASN, Pemkot Bandung Gandeng Sejumlah Stakeholder

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 17:30 WIB

200218172827-progr.jpg

Humas Pemkot Bandung

DALAM rangka meningkatkan kualitas kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkot Bandung menjalin kerjasama dengan sejumlah stakeholder. Kerjasama tersebut di antaranya bertujuan memberikan program pemagangan bagi ASN Pemkot Bandung.

Sejumlah stakeholder tersebut yaitu Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, PT. Telkom dan Bank BJB.

"Ini merupakan bagian dari proses kolaborasi antara regulasi Pemkot Bandung dengan masyarakat atau stakeholder di Kota Bandung. Saya berharap mudah-mudahan dengan magang ini untuk peningkatan SDM ASN Kota Bandung," ungkap Wali Kota Bandung, Oded M Danial, seusai penandatanganan MoU di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya dengan adanya kerja sama ini, maka ASN Kota Bandung bisa mendapatkan kesempatan menimba ilmu langsung di instansi tersebut. Terutama dalam rangka menempa karakter dan etos kerja para ASN agar lebih baik.

"Saya berharap ASN Kota Bandung ini punya visioner, betul-betul memiliki keikhlasan yang kuat dan kompetensi yang bagus. Ditambah juga selalu ingat akhirat, dengan begitu bekerja selalu berupaya dengan benar," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brillyana menuturkan, program pemagangan menjadi strategi untuk memberikan materi pembelajaran kepada ASN.

"Kenapa harus magang, karena janji Undang-Undang bahwa hak ASN harus mendapatkan 20 jam pelajaran pertahun, untuk setiap orang. Kalau misalnya kita menggunakan cara konvensional dengan duduk di kelas dan bayar dosen dengan waktu sekian hari, sewa gedung, fotokopi bahan pastinya itu akan memerlukan biaya banyak," jelasnya.

Yayan menerangkan melalui program pemagangan juga, nantinya ASN diharapkan tidak hanya mendapatkan teori saja. Akan tetapi, bisa belajar dari institusi yang mempraktekannya langsung di lapangan.

Ia menggambarkan dengan melihat Bank BJB sebagai perusahaan perbankan selalu memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabahnya. Hal ini juga harus bisa ditiru oleh institusi pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya bagi aparatur kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Makanya kita bekerja sama dengan stakeholder, kita melihat bagaimana mereka memberikan pelayanan yang ikhlas, tulus, bersahaja yang penuh dengan etika," ucapnya.

Program pemagangan bagi ASN tersebut, lanjutnya, tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan Pemkot.

Namun institusi yang dituju memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh Pemkot Bandung dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi SDM ASN. Dalam rangka mendongkrak kinerja penyelenggaraan pemerintahan, termasuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Jadi tergantung kebutuhannya, misalkan bagaimana mempertahankan WTP itu tadi ada dari departemen keuangan siap melatih kita bagaimana mengelola barang dan aset. Kemudian bagaimana cara mengelola teknologi yang bagus kita bekerja sama dengan Telkom," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR