Peringati HPSN, Pemkot Bandung Intensifkan Kang Pisman

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 16:51 WIB

200218164654-perin.jpg

Humas Pemkot Bandung

Kepala DLHK Kota Bandung Kamalia Purbani

TANGGAL 21 Februari 15 tahun yang lalu, terjadi bencana longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah Cimahi. Perisiwa itu mengakibatkan 147 orang meninggal dunia.

Kemudian momen tersebut dijadikan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), untuk menjadi pengingat dan titik awal komitmen secara nasional agar pengelolaan sampah lebih berwawasan lingkungan. Dimana salah satunya adalah dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Di sisi lain, peristiwa longsornya TPA Leuwigajah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi Kota Bandung. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan TPA satu-satunya yang digunakan oleh Kota Bandung.

Bencana lanjutan dari peristiwa ini, Bandung pun menjadi lautan sampah. Akan tetapi, belajar dari sejarah kelam tersebut, menggerakkan energi positif seluruh warga Kota Bandung untuk berbuat lebih nyata, yaitu merubah paradigma terhadap sampah.

HPSN Tingkat Kota Bandung Tahun 2020, mengambil tema "Refleksi Lima Belas Tahun TPA Leuwigajah 2005-2020" dengan tagline "Diperingati Tapi Bukan Untuk Terulang Kembali".

"Kami akan lebih bercermin dan berkomitmen terutama lebih mengintensifkan dan membumikan Gerakan Kang Pisman," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya rangkaian kegiatan yang bakal dilaksanakan di antaranya pameran foto, pemutaran film, diskusi dan talkshow, serta napak tilas ke TPA Sarimukti dan eks TPA Leuwigajah.

"Rencananya kegiatan puncak berupa seremonial dan peresmian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) terpadu, di Pendopo Kota Bandung oleh Bapak Wali Kota Bandung," katanya.

Lebih jauh, salah satu rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah napak tilas perjalanan ke TPA Sarimukti dilanjutkan ke eks TPA Leuwigajah.

Dikatakannya melalui kegiatan ini DLKH Kota Bandung mengajak kepada perwakilan warga Kota Bandung dari 30 Kecamatan, untuk bisa melihat langsung dampak yang diakibatkan dari pengelolaan sampah yang saat ini secara umum masih dilakukan.

"Hampir 70 persen sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti saat ini bersumber dari sampah Kota Bandung, yaitu kurang lebih 1300 ton per hari," ujarnya.

Kamalia menjelaskan, hal ini menunjukkan sebenarnya kondisi bersih yang sudah ada dan dirasakan di wilayah Kota Bandung, masih berupa memindahkan masalah apabila hanya dilakukan kegiatan pengangkutan sampah.

Maka melalui kegiatan napak tilas ini juga, semua peserta kegiatan dapat melihat bagaimana sebenarnya teknis operasional yang dilaksanakan di TPA Sarimukti. Mengingat sampai saat ini belum ada teknologi yang diterapkan untuk mengolah dan memproses sampah lebih lanjut.

"Jika kondisi ini terus menerus dilakukan, maka lama kelamaan kondisi TPA Sarimukti akan penuh juga, sehingga kejadian tutupnya TPA sebagimana halnya dulu pada saat eks TPA Leuwigajah longsor akan terulang kembali. Kota Bandung menjadi Lautan Sampah dapat terjadi kembali," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR