Belum Normal, Tapi Harga Bawang Putih di Cianjur Mulai Turun

Daerah

Selasa, 18 Februari 2020 | 16:44 WIB

200218163849-belum.JPG

Darma Legi

HARGA bawang putih dan cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai turun hingga menjadi Rp 45.000 per kilogram. Meski demikian, kondisinya belum mencapai harga normal.

"Sudah tiga hari terakhir, bawang putih mulai turun dari Rp 55.000 per kilogram menjadi Rp 45.000 per kilogram, sedangkan harga normal Rp 27.000 per kilogram," terang Asep, pedagang sayur di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Selasa (18/2/2020).

Penurunan harga juga terjadi pada cabai tanjung yang biasa dijual Rp 80.000 per kilogram, turun menjadi Rp 45.000 per kilogram. Turunnya harga dua komoditas tersebut, membuat angka penjualan sedikit meningkat, meskipun belum kembali normal.

"Stok bawang putih dan cabai berangsur normal, meskipun penjualan belum kembali stabil. Turunnya harga kemungkinan karena operasi pasar yang mulai dilakukan di sejumlah wilayah oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu, harga bahan kebutuhan pokok mulai naik sejak satu pekan terakhir, meskipun kenaikan yang terjadi hampir sama Rp 1.000 per kilogram seperti gula, telur dan minyak goreng.

"Kenaikan terjadi berkisar antara 10 hingga 15 persen seperti minyak curah dari Rp 12.500 jadi Rp 13.500 per kilogram, minyak kemasan dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500 per liter," terang Iis (35), pedagang sembako di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur.

Tidak hanya minyak goreng, ungkap dia, harga gula sejak satu pekan terakhir mengalami kenaikan dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram, sedangkan harga telur ayam dari Rp 22.000 menjadi Rp 26.000 per kilogram.

"Stok masih aman, kami tidak tahu apa penyebab naiknya harga sejumlah komoditas tersebut. Tingkat penjualan masih normal meskipun ada pembeli yang bertanya terkait kenaikan yang cukup dirasakan berat," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR