Herdi Habisi Nyawa Teman Kencannya dengan Cara Mencekik

TKP

Selasa, 18 Februari 2020 | 16:09 WIB

200218160739-herdi.jpg

Remy Suryadie

SATUAN Reserse dan Kriminal (Satreskrim) melakukan rekonstruksi terkait kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya AN, seorang pekerja seks komersial (PSK) oleh tersangka Herdi Suhendar (46), Selasa (18/2/2020).

Rekonstruksi dilakukan di Hotel Sampoerna di Jalan Pangarang Dalam II, Kecamatan Lengkong. Pelaksanaan rekonstruksi mendapat penjagaan ketat dari pihak Polrestabes Bandung serta Polsekta Lengkong.

Rekontruksi dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, yang diperagakan langsung oleh tersangka Herdi Suhendar. Adegan demi adegan dimulai dari Alun-Alun Bandung tempat pelaku berkenalan dan mengajak kencan dengan korban, hingga Hotel Sampoerna tempat pelaku menghabisi nyawa korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri kepada wartawan mengatakan, dalam rekontruksi tersebut, pelaku memeragakan 32 adegan.

"Semua adegan tersebut dilakukan oleh pelaku, mulai dari bertemu dengan korban hingga pelaku menghabisi nyawa korban," jelas Galih didampingi Kapolsekta Lengkong, Kompol Kusna Djefridja dan Kanit Resrim AKP SW Rompas di sela-sela rekontruksi.

Masih dikatakannya, dalam rekontruksi tersebut penyidik menghadirkan jaksa penuntut umum serta kuasa hukum dari pelaku.

"Rekontruksi ini merupakan salah satu syarat untuk kelengkapan berkas agar dapat segera disidangkan. Mudah- mudahan segera P21 (berkas lengkap), sehingga tersangka dan berkasnya dapat dikirim ke kejaksaan Negeri Bandung," ujarnya.

Seperti diketahui, dari hasil pemeriksaan pada pelaku, pembunuhan bermula ketika pelaku menyewa jasa korban dan telah menyepakati harga yang ditawarkan senilai Rp 200 ribu. Namun, setelah melakukan hubungan intim pelaku berjanji akan membayar sisanya di kemudian hari.

Tak terima, korban memarahi pelaku hingga membuat pelaku marah. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik lalu korban ditinggalkan dalam kondisi terlentang di atas kasur. Adapun ketika itu pelaku hanya membawa uang kurang dari Rp 100 ribu.

Dari tubuh pelaku, polisi menemukan bekas luka cakaran pada bagian tangan. Korban diketahui sempat melakukan perlawanan pada pelaku ketika dicekik. Adapun pelaku diketahui merupakan residivis kasus penganiayaan.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR