Janji Tak Melarikan Diri, Sekjen Sunda Empire Ajukan Penangguhan Penahanan

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 15:47 WIB

200218154735-janji.jpg

Remy Suryadie

KI Ageng Raden Rangga Sasana, salah seorang tersangka kasus Sunda Empire, mengajukan permohonan penahanan melalui kuasa hukumnya, Misbahul Huda.

Menurut Misbahul Huda, alasan penangguhan itu karena Rangga Sasana siap kooperatif dalam semua rangkaian proses hukum.

"Tadi sudah ada rekomendasi dari keluarga untuk menjamin tidak akan melarikan diri dan tidak akan menggangu proses pemeriksaan," kata Huda kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

Saat menjenguk kliennya itu, Huda menyebut kondisi kesehatan Rangga terbilang baik. Ia berada dalam satu sel yang sama dengan rekannya sesama Sunda Empire, Nasri Bank.

"Alhamdulilah kesehatannya baik, ibadah juga tidak terganggu," pungkasnya.

Dengan adanya permohonan itu, pihak Polda Jabar mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan begitu, belum dapat diketahui, apakah permohonan disetujui atau tidak.

"Kami akan pelajari dulu. Kewenangan penangguhan ada di penyidik," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol.
Saptono Erlangga Waskitoroso di waktu yang sama.

Pengusutan kasus Sunda Empire diawali dari adanya laporan budayawan sekaligus Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia. Sejumlah saksi ahli dari budayawan dan sejarawan juga dilibatkan dalam pemeriksaan terhadap kelompok Sunda Empire.

Akhirnya polisi menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Nasri Bank sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai Kaisar, dan Ki Ageng Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

Adapun sejumlah barang bukti satu lembar sisilah kerajaan Sunda Empire, surat pernyataan Sunda Empire, selembar pengambilan sumpah Sunda Empire, selembar bukti deposito bank DBS, dan selembar setoran tunai bank.

Polisi pun menjerat ketiganya dengan Pasal 14 dan atau 15 undang-Undang RI No 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR