Petugas Pengangkut Sampah Selundupkan Narkoba ke Dalam Lapas

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 14:39 WIB

200218143539-petug.jpg

Remy Suryadie

PETUGAS pengangkut sampah di PD Kebersihan Kota Bandung, IM, tertangkap tangan saat akan menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi, serta belasan handphone ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy Kelas II A Bandung, Selasa (18/2/20202) pagi.

Kepala Lapas Banceuy Bandung, Tri Saptono Samuji, kepada wartawan, Selasa (18/2/2020) mengatakan, barang-barang narkoba dan belasan handphone tersebut merupakan pesanan narapidana Lapas Banceuy. Upaya penyelundupan memanfaatkan tempat sampah yang hendak dimasukkan ke dalam Lapas.

"Jadi mobil truk sampah milik PD Kebersihan Kota Bandung itu mau mengambil sampah yang ada di dalam. Kemudian sesudah memindahkan sampah ke truk, tempat sampah itu dikembalikan ke dalam," kata Tri. 

IM yang hendak mengembalikan tempat sampah, digeledah oleh petugas penjaga. Petugas pun menemukan sejumlah narkoba dan belasan handphone di dalam tempat sampah tersebut.

"Jadi semua orang yang masuk termasuk petugas diperiksa dan digeledah. Setelah digeledah tong sampah dan badannya ditemukan barang-barang terlarang," ucap Tri.

Tri mengatakan, petugas menemukan 31 butir ekstasi, 30 gram sabu, 15 buah handphone, 21 headset, 17 charger, dan 40 kartu perdana. Setelah IM diperiksa, barang-barang tersebut merupakan pesanan dua orang narapidana di dalam lapas.

"Pemesannya sudah ketahuan, yang pesan HP inisial AS narapidana kasus uang palsu. Kemudian yang pesan narkoba berinisial DK narapidana kasus narkoba juga. Dari percakapan mereka di HP, untuk pemesanan HP sudah dibayar Rp 14 juta," ungkap Tri.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut dia, barang-barang selundupan tersebut rencananya akan diperjualbelikan oleh AS dan DK. Kasus tersebut pun telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Ya rencananya akan dibisniskan di dalam. Untuk pelaku pemesan kita naikkan statusnya menjadi narapidana berisiko tinggi dan kita masukan ke sel isolasi. Kasus ini juga kita serahkan ke kepolisian dan BNN," kata Tri.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR