Jabar Ganti Komoditas Impor dari Cina ke Produk Dalam Negeri

Bandung Raya

Selasa, 18 Februari 2020 | 10:46 WIB

200218104809-jabar.jpg

dok

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mengganti sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang biasanya didatangkan dari Cina menjadi produk yang dihasilkan dari provinsi atau wilayah lain di Indonesia.

"Yang selama ini banyak bergantung ke Cina, kita geser mencari impor regional yang selama ini belum maksimal. Daripada impor keluar, lebih baik impor ke Sulawesi, Jatim dan Sumatera," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Selasa (18/2/2020).

Dengan upaya tersebut, kata dia, diharapkan Jabar menjadi tangguh terhadap guncangan-guncangan ekonomi dunia dan krisis kesehatan dengan menguatkan ekonomi regional.

Gubernur Jabar telah menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor Bapenda Provinsi Jabar, Kota Bandung dan salah satunya membahas terkait evaluasi ekonomi makro Jabar 2019 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jabar.

KPwBI Provinsi Jabar memaparkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 2019 menurun dari 5,66 persen di 2018 menjadi 5,07 persen di 2019 (year on year).

Meski begitu, angka tersebut masih lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,02 persen di 2019.

"Jadi Jabar sedang dihitung, antisipasi, secara umum (ekonomi) menurun, ditambah (diperparah) COVID-19, dampaknya seperti apa. Setelah dipaparkan, kami bergerak cepat," katanya.

"Intinya arahan saya dalam rapim ini, dalam satu minggu harus ada rencana aksi mengantisipasi ekonomi turun dengan aksi konkret," tambahnya.

Sementara menurut laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jabar, pada 2019 terjadi pertumbuhan positif sektor perdagangan dari 0,65 (2018) menjadi 1,15.

Bappeda menilai, sektor perdagangan bisa menjadi peluang sumber pertumbuhan ekonomi baru di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini.

Baik KPwBI maupun Bappeda Provinsi Jabar menilai bahwa salah satu penyebab turunnya LPE Jabar di 2019 adalah pengaruh ketidakpastian ekonomi global dampak perang dagang Amerika Serikat-Cina.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR