Bupati Sukabumi Tetapkan Waspada Bencana

Daerah

Selasa, 18 Februari 2020 | 10:27 WIB

200218102900-bupat.jpg

dok

ilustrasi

SEIRING intensitas curah hujan semakin meningkat, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyatakan waspada bencana alam di seluruh wilayahnya. Terlibih di Sukabumi acap kali terjadi bencana tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.

Kendati tidak menimbulkan korban jiwa dan luka luka, tapi bencana menyebabkan aktivitas warga sempat terhenti total. Warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas karena bencana banjir di sembilan titik dan bencana  tanah longsor di sebelas titik menghentikannya.

Hal tersebut diungkapkan Marwan Hamami disela-sela memimpin  rapat dinas bulanan yang berlangsung di Sekretariat Daerah Pemka Sukabumi di Kecamatan Palabuhanratu.

"Masyarakat agar tetap waspada seiring potensi bencana memvayabg-bayangi sejumlah daerah. Terutama di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu terdapat sejumlah kemurungan pergunungan," katanya, Selasa (18/2/2020).

Wartawan PR, Ahmad Rayadie melaprokan, Marwan Hamami meminta, BPBD, Camat dan dinas terkait lainnya segera merespon bencana di wilayahnya. Termasuk berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mencegah bencana memakan korban jiwa.

"Koordinasi harus dilakukan secepatnya," tegasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten  Sukabumi menyatakan bencana tanah longsor dan banjir tidak hanya memvmbayang-bayangi beberapa kecamatan diwilayah destinasi wisata dunia. Tapi bencana alam terjadi di Kecamatan Purabaya dan Kecamatan Nyalindung.

"Hanya saja, bencana akan didominasi dubeberapa titik lokasi kawasan wisata dunia. Terutama akses jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu," kata Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional, BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Daeng mengatakan, bencana terjadi di tujuh titik longsor di sepanjang Jalur  Geopark Ciletuh Palabuhanratu,  ruas Loji - Palangpang. Termasuk di tanjakan Cipeucang Desa Tamanjaya, Cibuti Desa Girimukti, Batu Cakup Desa Ciemas, Pasir Muncang Desa Girimukti

"Pemkab  Sukabumi telah menurunkan Alat berat dan sudah mulai beroperasi melakukan penyingkiran. Terutama dibeberapa lokasi titik jalan yang tertimbun tanah longsor dan material batu dan lumpur," katanya.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, kata Daeng Sutisna, petugas dan alat berat diturunkan guna mengantisipasi terjadinya korban. Sementara waktu, jalan tersebut tertutup untuk kendaraan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR