LAZ Al Azhar Bangun Jembatan yang Putus Akibat Banjir Bandang di Lebak

Nasional

Senin, 17 Februari 2020 | 20:41 WIB

200217203242-laz-a.jpg

ist

SATU-satunya jembatan penghubung antara Desa Sukarame dan Desa Sukaraja, Lebak, Banten terputus akibat banjir bandang yang menerjang awal tahun 2020 lalu. LAZ Al Azhar bersama Yayasan Qudwah Care, B-Erl Peduli, YDSF dan masyarakat sekitar bergotong-royong membangun kembali jembatan.

Proses itu dimulai dengan peletakan batu pertama di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten, Senin (17/2/2020). Seperti diketahui, selama banjir menerjang terdapat 27 jembatan hanyut dan rusak. Belum lagi 243 unit jembatan di Lebak sebelum bencana sendiri memang belum terbangun.

Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan jembatan darurat yang terbuat dari drum dan kayu seadanya. Selain itu masyarakat menggunakan perahu karet sebagai akses penyebrangan, tanpa pengaman dan tentu sangat membahayakan karena arus sungai Ciberang yang cukup deras.

"Kami sangat senang karena jembatan ini sangat penting sekali bagi masyarakat Desa Sukarame dan masyarakat lainnya. Lewat jembatan ini kami bisa melakukan semua aktivitas setiap harinya. Anak-anak bisa sekolah, warga bisa kembali berjualan, bersawah dan akses menuju rumah sakitpun lebih mudah," kata Nanang, warga Desa Sukarame.

Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar, Agus Nafi mengungkapkan, LAZ Al Azhar akan terus berkomitmen melakukan upaya tanggap darurat, penyelamatan korban bencana dan dilanjutkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak serta melakukan recovery sebagai upaya
mengembalikan kondisi mereka setelah bencana untuk bisa lebih baik.

"Semoga pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya halangan, jadi 8.600 jiwa masyarakat di Desa Sukarame dan Desa Sukaraja bisa memanfaatkan jembatan dengan segera. Untuk target penyelesaiannya rencananya dilakukan selama 45 hari kedepan," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR