Kades di Tasikmalaya Ditangkap Atas Dugaan Pembakaran Kantor Desa

Daerah

Senin, 17 Februari 2020 | 19:57 WIB

200217195725-kades.jpg

Tiara Disa

PERISTIWA kebakaran kantor Desa Neglasari di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (18/1/2020) dini hari berhasil diungkap Polres Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Reskrim dan Puslabfor Mabes Polri, kantor desa tersebut ternyata sengaja dibakar.

"Uji laboratorium forensik, kantor Desa Neglasari ternyata bukan terbakar, melainkan sengaja dibakar," jelas Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dony Eka Putra dalam gelar perkara di Mako Polres Tasikmalaya, Senin (17/2/2020).

Dikatakan Dony, sejak kejadian kebakaran dan adanya kejanggalan dari temuan peristiwa itu, Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak cepat untuk mengungkap kasusnya. Berdasarkan temuan barang bukti di TKP, pembakaran kantor Desa Neglasari itu mengarah kepada sejumlah pelaku termasuk Kepala Desa Neglasari.

Dari penyidikan, diketahui pelaku merupakan kakak adik yakni, Kepala Desa Neglasari yang masih menjabat Wowon Gunawan (WG) serta kakaknya bernama Budiman (BD). Menurut keterangan dari hasil pemeriksaan, BD melakukan sendiri pembakaran kantor desa tersebut. Padahal aksi BD itu diketahui oleh WG yang notabene bekerja sebagai Kepala Desa Neglasari.

"Keduanya kami tetapkan sebagai tersangka. BD sebagai pelaku utama yang membakar kantor desa. Sedangkan WG yang membantu pelaku utama membakar kantor desa," katanya.

Dalam aksinya, lanjut Dony, pelaku BD sebelum membakar kantor desa bertemu dengan adiknya atau kepala Desa Neglasari, WG di daerah Cicariang, Kecamatan Kawalu, Jumat (17/1/2020) sore. Kemudian Sabtu (18/1/2020) pelaku membakar kantor desa.

"Pelaku membakar dengan memakai bensin jenis pertalite yang sengaja diambil dari tangki motor Mio hitam yang dipinjam dari adiknya saat beraksi. Dengan memakai kain untuk menyerap bensin tersebut kemudian dimasukkan kedalam botol," katanya.

Sesudah berada di lokasi, pelaku masuk lewat jendela ruang kepala Desa Neglasari. Jendela kantor posisinya ketika itu tidak dikunci. Lalu setelah didalam, pelaku masuk kedalam ruangan sekdes dimana disimpannya berkas dokumen laporan keuangan desa.

"Bensin dalam botol tersebut disiramkan ke lemari yang berisi dokumen berkas laporan keuangan desa. Lalu pelaku segera ke luar ruangan kembali lewat jendela. Kemudian pelaku membakar kertas dan melemparnya melalui jendela itu hingga hampir seluruh kantor desa terbakar," katanya.

Usai melakukan aksinya, kata Dony, BD langsung melarikan diri ke sejumlah kota. BD pernah singgah di Serang dan Tangerang pada awal pelariannya. Lalu ke Subang, Cirebon serta Bungbulang, Garut.

Selama dalam pelariannya di daerah yang dijadikan persembunyianya, BD sekaligus mencari tabib atau pengobatan alternatif untuk mengobati luka bakar yang dialaminya saat beraksi membakar kantor desa.

"Pelaku BD saat menjalankan aksinya tangan kanannya terbakar. Saat BD melempar buku ke kobaran api, dia (BD, red) lupa bahwa tanganya itu masih berlumuran bahan bakar hingga akhirnya terbakar," ujarnya.

Diungkapkan Dony, pelaku utama BD ditangkap di Bungbulang, Kabupaten Garut Minggu (9/2/2020). Sebelumnya, lanjut Dony, BD kabur ke Subang, Serang, Tangerang, Cirebon. Sementara WG diamankan, Senin (10/2/2020) sehari setelah kakaknya ditangkap.

Ditambahkan Dony, sebelum dibakar pelaku, kantor Desa Neglasari tersebut sempat didemo dua kali oleh warganya. Warga yang menggelar aksi itu menuntut transparansi anggaran. Pembakaran kantor desa dilakukan dua hari sebelum inspektorat melakukan audit keuangan Desa Neglasari yang rencananya akan dilaksanakan Senin (20/1/2020).

Sehingga motif pembakaran kantor desa sendiri, kata Dony, diakui pelaku karena terdesak ketidaksiapan menghadapi audit keuangan desa dari tahun 2016-2019 yang akan dilakukan inspektorat ke Desa Neglasari.

Pemeriksaan inspektorat tersebut atas dorongan aksi demo warga yang telah jengah dengan tidak transparannya keuangan dana desa.

"Karena belum bisa memberikan pertanggungjawaban atas laporan keuangan desa, muncul niat pelaku untuk menghilangkan barang bukti yang ada di kantor desa tersebut. Terutama berkas laporan keuangan," katanya.

Disinggung apakah ada kemungkinan keterlibatan pihak lain, kata Dony, pihaknya akan terus mendalaminya. Saat ini baru dua orang yang terindikasi sebagai pelaku, kalau ada indikasi pelaku lain akan diusut.

Sementara barang bukti yang diamankan petugas di antaranya, sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan pelaku saat membakar kantor desa, sepeda motor Lexi, salep untuk obat luka bakar, gembok, engsel pintu, kunci pintu kantor desa, lemari alumunium tempat berkas dan sikring listrik.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dikenakan pasal 187 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Mereka juga dijerat Pasal 56 KUHPidana dengan pidana penjara dikurangi sepertiga dari pidana pokok yang diancamkan atas kejahatannya atau 4 tahun.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR