Garut Selatan Dilanda Longsor, Satu Orang Meninggal Dunia

Daerah

Senin, 17 Februari 2020 | 19:48 WIB

200217194849-garut.jpg

Agus Somantri

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut sejak Minggu (16/2/2020) kemarin, menyebabkan terjadinya bencana longsor di sejumlah titik di kawasan Garut Selatan. Longsor di antaranya terjadi di Kecamatan Talegong dan Cisewu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebutkan, di Kecamatan Talegong longsor terjadi di Kampung Legokbintinu, Desa Sukamaju. Sedangkan di Kecamatan Cisewu, longsor melanda Kampung Cikidang, Desa Sukajaya.

Menurut Tubagus, dalam peristiwa tersebut, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan satu orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

"Di Kecamatan Cisewu, seorang warga atas nama Popon (56) meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran pada Minggu (16/2) sore," ujar Tubagus, Senin (17/2/2020).

Tubagus menyebutkan, sebelum terjadi longsor, korban atas nama Popon tengah berada di area pesawahan yang tidak begitu jauh dari lokasi longsor bersama suaminya, Iim. Saat hendak pulang ke rumahnya dan melewati tebing, turun hujan deras dan tiba-tiba terjadi longsor.

Popon yang saat itu berjalan di depan suaminya sempat diteriaki saat material longsoran berupa batu jatuh dari atas tebing. Akan tetapi ia tidak sempat menghindar sehingga mengenai kepalanya.

"Bebatuan tersebut mengenai kepala korban sehingga sempat jatuh dan langsung dibawa ke gubuk untuk mendapatkan bantuan. Suaminya pun langsung minta tolong ke warga yang ada di sekitar lokasi kejadian. Namun saat akan dibawa pulang, korban diketahui sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Sedangkan di lokasi lainnya, di Kampung Legokbintinu, Desa Sukamaju, Kecamatan Talegong, lanjut Tubagus, longsor terjadi pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 02.00 dinihari. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga atasnama Karna dilaporkan hilang tetimbun material longsoran.

Tubagus menuturkan, korban atas nama Karna hilang tertimbun material longsoran yang menejang rumahnya yang berukuran 15 meter persegi itu. Selain rumah Karna, longsor juga menyebabkan 12 rumah warga lainnya dan satu mesjid mengalami kerusakan dan terancam saat terjadi longsor susulan.

"Hingga saat ini korban atas nama Karna belum ditemukan karena kondisi di lokasi kejadian belum memungkinkan untuk dilakukan pencarian. Kondisi tanah yang labil ditambah hujan yang kembali turun memaksa proses pencarian belum dilanjutkan," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR