Polisi Sebut Pernyataan Ridwan Saidi Soal Galuh Sudah Memenuhi Unsur Pidana

Daerah

Senin, 17 Februari 2020 | 18:02 WIB

200217180304-polis.jpg

Pepi Irawan

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso

POLRES Ciamis sejauh ini belum menerima laporan terkait pernyataan kontroversial budayawan Betawi Ridwan Saidi yang dinilai melecehkan dan menyakiti warga Tatar Galuh. Meski begitu, polisi menyebut pernyataan Ridwan Saidi sudah memenuhi unsur pidana.

Hal itu dikatakan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, Senin (17/2/2020). Menurut dia, warga Ciamis bisa saja melaporkan Ridwan Saidi ke Polres Ciamis.

"Kami sudah berkonsutasi dengan ahli bahasa. Berdasarkan hasil konsultasi itu, pernyataan Ridwan Saidi dianggap sudah memenuhi unsur tindak pidana," ujar Bismo.

Menurut Bismo, saat ini Forkopimda Kabupaten Ciamis pun sepertinya sudah membahas hal tersebut. Namun sejauh ini mereka dalam melangkah belum sampai menempuh jalur hukum. Atau, ujar Bismo, kemungkinkan disepakati akan melakukan tabayun terlebih dahulu.

"Sebagai warga Tatar Galuh yang tentram, damai dan kondusif, dari Forkopimda disepakati akan melakukan tabayun, memberikan kesempatan kepada Ridwan Saidi untuk mengkarifikasi pernyataannya," paparnya.

Sebelumnya, warga Tatar Galuh bergejolak atas pernyataan budayawan Betawi tersebut. Ridwan Saidi di salahsatu channel YouTube menyebut jika di Ciamis tidak pernah ada kerajaan, dan nama Galuh berarti brutal serta prasasti yang ada adalah palsu karena buatan Belanda.

Pernyataan Ridwan Saidi pun mengundang reaksi dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Herdiat bahkan mengaku akan menempuh jalur hukum terkait peryataan tersebut karena sudah mengganggu stabilitas dan kondusifitas Tatar Galuh Ciamis yang selama ini aman, damai dan tentram.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR